Kisah Awal Mula Terkuaknya Misteri Segitiga Bermuda


Naviri Magazine - Bisa jadi, Segitiga Bermuda adalah fenomena alam sekaligus kawasan misterius yang tidak hanya mengundang rasa penasaran banyak orang, namun juga menimbulkan kontroversi dan perdebatan. 

Sebagian pihak percaya bahwa Segitiga Bermuda memang kawasan misterius, sementara sebagian lain menganggap fenomena yang terjadi Segitiga Bermuda juga terjadi di tempat-tempat lain, dalam arti hanya fenomena biasa.

Sebenarnya, bagaimana asal usul misteri Segitiga Bermuda, hingga terkenal sampai sekarang?

Nama Segitiga Bermuda, kerap juga disebut Segitiga Iblis, digunakan pertama kali oleh Vincent Gaddis dalam tulisannya di majalah Argosy pada 1964, mengenai peristiwa-peristiwa misterius yang terjadi di kawasan tersebut.

Gaddis menyatakan tiga titik dalam segitiga di Samudera Atlantik Utara tersebut adalah Miami, Florida; San Juan, Puerto Rico; dan Pulau Bermuda.

Kisah misteri berawal dari hilangnya lima pesawat TBM Avenger dari Skuadron Angkatan Udara Amerika Serikat, yang populer disebut Flight 19, secara tiba-tiba saat menjalani latihan di kawasan itu pada 5 Desember 1945. Kemudian, pesawat yang mencari mereka pun hilang tanpa bekas hingga sekarang.

Namun, baru pada tahun 1950-an cerita-cerita mengenai peristiwa aneh di Segitiga Bermuda mulai bermunculan. Para ahli sejarah pun meneliti catatan-catatan yang tersisa, dan menemukan sekitar 300 kapal dan banyak pesawat lainnya hilang di daerah itu sepanjang abad ke-20.

Christopher Columbus pun mencatat mengenai anomali pada kompas yang digunakannya, ketika kapal yang ditumpanginya melewati kawasan tersebut pada 1492.

Bahkan ada yang menyebutkan bahwa sekitar 8.000 orang telah hilang di Segitiga Bermuda.

Perdebatan pun bermunculan karena belum ada penjelasan yang memuaskan mengenai misteri tersebut. Sejumlah teori konspirasi hingga kemungkinan keterlibatan makhluk asing pun diutarakan.

Tak sedikit pula orang yang skeptis akan semua teori itu, dan berpandangan bahwa itu hanya kecelakaan biasa.

"Kawasan itu ramai dilalui dan sudah menjadi simpang yang ramai sejak bangsa Eropa mulai bereksplorasi," kata ahli sejarah US Naval Historical Foundation, John Reilly, kepada National Geographic.

Jadi, lanjut Reilly, mengatakan ada banyak kapal dan pesawat yang celaka di sana sama saja dengan menyatakan ada banyak kecelakaan di Kota New Jersey, Amerika Serikat, yang ramai.

US Coast Guard, satuan penjaga pantai di AS, bahkan hingga kini secara formal tidak mengakui keberadaan Segitiga Bermuda.

Related

Mistery 6773471974601013582

Recent

item