Mia Khalifa, Artis Porno Paling Kontroversial di Dunia


Naviri Magazine - Ada banyak artis film porno yang telah dikenal dunia, namun mereka bisa dibilang “damai-damai” saja. Tidak menimbulkan keributan, apalagi sampai melibatkan suatu negara. Berbeda halnya dengan Mia Khalifa. Sejak pertama kali muncul, namanya segera melejit menjadi artis film porno yang sangat terkenal. Hal itu lalu diikuti serangkaian kontroversi terkait asal usulnya, hingga keberaniannya beradegan dalam film.

Dengan paras eksotis khas Arabian, rambut panjang berwarna brunette, dan ukuran payudara di atas rata-rata, mudah bagi Mia untuk meraih popularitas dalam industri film porno. Ia baru 21 tahun ketika pertama kali membintangi film porno. Dengan cepat, Mia jadi seperti oase di tengah kejemuan para penikmat film esek-esek Western yang cenderung didominasi wanita berambut pirang dan berbadan montok.

Sejak kemunculannya di tahun 2015, ia berkali-kali tercatat sebagai artis yang paling sering dicari di situsweb Pornhub. Pada minggu awal Januari 2015, namanya bahkan sempat dicari hingga lebih dari 750.000 kali di situsweb yang sama. 

Dengan cepat, ia menggeser popularitas para bintang porno beken seperti Lisa Ann, Madison Ivy, Sasha Gray, atau Jayden James. Adapun Pornhub, berdasarkan data Alexa, berada di urutan ke-73 sebagai salah satu situsweb terpopuler di seluruh dunia.

Nama Mia makin tambah melejit setelah ia memainkan film kontroversial produksi Bangbros. Dalam film ber-genre threesome tersebut, Mia beserta Julianna Vega, aktris porno berdarah Latin, mengenakan jilbab saat bercinta dengan seorang pria. Sontak saja film ini memicu kemarahan di mana-mana. Negara-negara muslim Timur Tengah segera memasukkan nama Mia ke dalam daftar hitam. Sementara efek terburuknya: Ia mendapat ancaman pembunuhan dari ISIS.

Sebelum film itu dibuat, Mia sejatinya sudah menduga jika hal buruk akan menimpanya. Ia menyadari hal tersebut sejak pertama kali diberi skrip film tersebut oleh produser yang bersangkutan. Dalam wawancara bersama BBC5 yang turut dikutip Daily Star, wanita berusia 25 tahun tersebut mengatakan:

“Saya melihat skripnya dan bilang (ke produser) ‘Anda akan membuat saya mati’. Saya mengatakannya persis di depan matanya. Dan tak sampai seminggu kemudian, ancaman pembunuhan tersebut muncul. Seluruh negara Timur Tengah mengincar saya, dan keluarga menolak saya. Saya merasa seluruh muslim di Twitter akan mendatangi saya dengan senjata masa prasejarah.”

Kendati dibenci oleh mayoritas negara Timur Tengah, terutama warga Libanon, Mia selalu mencintai tanah airnya. Hal ini ia tunjukkan dengan dua buah tato yang terletak di kedua lengannya.

Di lengan kirinya, terdapat tato dengan aksara Arab yang merupakan bait pembuka lagu kebangsaan Libanon, yang jika diartikan kurang lebih menjadi “Kita semua! Untuk negara, Bendera dan Kemuliaan kita!” 

Sementara di pergelangan tangan kanannya, Mia membuat tato salib Lebanese Forces Cross yang merupakan simbol partai politik Kristen Konservatif Libanon; kelompok yang paling aktif menentang rezim Suriah, Bashar Assad.

Mia membuat tato tersebut, usai terjadinya pemboman Beirut pada Oktober 2012, sekaligus sebagai bentuk simpati kepada sang ayah yang juga anggota partai tersebut. Namun demikian, Mia tetap saja dibenci oleh warga Libanon. “Mereka merasa malu karena saya ‘mengklaim’ mereka—seolah saya punya pilihan. Saya lahir di sana,” ujarnya.

Related

Celebrity 5588822966252334450

Recent

item