Misteri Novel Kuno yang Dapat Meramalkan Teknologi Masa Depan


Naviri Magazine - Banyak teknologi hebat yang kita kenal saat ini berawal dari kisah fiksi. Sebut saja, misalnya, kapal selam bertenaga nuklir, telepon pintar yang memungkinkan penggunanya berbicara face to face, internet, dan lain-lain, semuanya bermula di ranah fiksi, yang lalu mewujud ke dunia nyata. Dalam hal itu, novel-novel karya Jules Verne termasuk karya yang memprediksi berbagai teknologi yang ada sekarang.

Pengarang berkebangsaan Prancis, Jules Verne, dikenal sebagai bapak fiksi ilmiah. Melalui novel-novelnya, ia mampu meramalkan atau memprediksi banyaknya kemajuan ilmiah pada abad ke-20 melalui beberapa karya tulisannya, seperti dalam novel klasik berjudul Twenty Thousand Leagues Under the Sea.

Dalam novelnya itu, Jules Verne menceritakan kisah fiktif tentang Kapten Nemo dan krunya, yang menjelajahi lautan menggunakan kapal selam tenaga atom, bernama Nautilus. Ditulis jauh sebelum gagasan tentang kapal selam dan atom terbukti dapat dibuat, novel Verne menggambarkan kapal Nautilus dan penjelajahan Kapten Nemo di bawah laut dengan begitu cermat. 

Dikisahkan, Kapten Nemo sangat menentang perang, sehingga ia merasa bertanggung jawab untuk menghancurkan kapal-kapal perang menggunakan kapal selamnya. Dengan menggunakan kapal selamnya, Kapten Nemo memberikan ketakutan pada kapal-kapal perang yang digunakan untuk menghacurkan sebuah daerah. 

Di akhir kisah, Kapten Nemo membawa kapal selamnya ke suatu wilayah di tengah samudera, yang dikenal sebagai The Maelstrom, sebuah pusaran air yang dapat menenggelamkan kapal-kapal ke dasar laut. 

Novel itu berakhir dengan ketidakjelasan. Para pembaca bertanya-tanya mengenai nasib Kapten Nemo dan krunya, karena tidak diberitahu apakah mereka berhasil bertahan hidup atau tewas tenggelam ke dasar laut.

Novel Twenty Thousand Leagues Under the Sea menjadi bagian paling penting bagi terbentuknya ragam penulisan karya fiksi, yaitu fiksi ilmiah, yang saat itu masih belum populer, bahkan sangat sedikit penulis yang menggunakannya. 

Novel ilmiah itu mengilhami para pembaca, termasuk para penemu di bidang ilmiah, seperti Simon Lake, perancang kapal selam, dan Guglielmo Marconi, penemu telegram tanpa kabel.

Selain novel Twenty Thousand Leagues Under the Sea, Jules Verne menulis beberapa karya lain yang mengandung istilah-istilah ilmiah di dalamnya. Ia berhasil menggabungkan unsur fiksi dan ilmiah dengan sangat baik, sehingga para pembacanya dapat teredukasi, sekaligus terhibur. 

Karya-karya lain Jules Verne yang sangat populer adalah A Journey to the Center of the Earth (1864), dan From the Earth to the Moon (1865). Sekitar tahun 1873 sampai 1875, karya-karya besar Jules Verne diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, yang semakin membuatnya populer di kalangan masyarakat.

Related

Mistery 7175338486100594592

Recent

item