Orang Kaya Diramal Berhenti Nabung Tahun Depan, Kenapa?


Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkirakan, jumlah simpanan di atas Rp 5 miliar tahun 2022 tidak akan setinggi tahun ini. Menurut LPS, para orang tajir dan perusahaan akan kembali membelanjakan uang mereka.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa dalam Workshop LPS di Bandung.

"Tren simpanan Rp 5 miliar dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan akan meningkat, di lain pihak investasi yang terus berjalan membuat perusahaan akan membelanjakan uang mereka," katanya.

"Melihat ini, kami perkirakan kemungkinan tren dana pihak ke tiga (DPK) yang di atas Rp 5 miliar tidak akan setinggi tahun ini. Kami tegaskan LPS akan selalu mendorong pertumbuhan dan pemulihan ekonomi dengan mempertimbangkan ekonomi global," sambungnya.

Ia juga kembali mengatakan jika ada ruang menurunkan suku bunga penjamin simpanan, maka LPS akan selalu siap. Menurutnya jika pertumbuhan ekonomi diharapkan 5% maka pertumbuhan kredit harus double digit.

Di sisi lain, Purbawa juga bicara mengenai bank digital yang menawarkan bunga tinggi. Menurutnya, hal itu sah-sah saja. Namun, nasabah juga mesti harus memahami risikonya.

"Saya memahami ada bank-bank yang memberikan special rate, terutama bank digital yang sedang tren saat ini. Mereka memberikan insentif yang menarik untuk menarik calon nasabah. Ini sah saja tetapi saya minta kepada bank-bank tersebut, agar ada fairness, untuk memberikan informasi yang jelas bagi para nasabahnya bahwa simpanan nasabah tersebut tidak dijamin LPS seluruhnya," jelas Purbaya.

Related

News 6918871755119223743

Recent

item