Ternyata, di Dunia Hewan Juga Ada ‘Pengobatan Tradisional’


Naviri Magazine - Kita mengenal istilah ‘pengobatan tradisional’ sebagai bagian kehidupan sehari-hari. Pengobatan tradisional adalah memanfaatkan hal-hal yang bersifat alami—dan biasanya ada di sekitar kita—untuk mengatasi berbagai masalah dan keluhan kesehatan, khususnya yang tergolong ringan. 

Ternyata, hal semacam itu tidak hanya ada di dunia manusia, namun juga ada di dunia hewan. Beberapa hewan diketahui juga memanfaatkan hal-hal di sekitarnya, untuk mengatasi masalah yang mereka alami terkait tubuhnya. Salah satu hewan yang menjalani hal semacam itu adalah lemur.

Dalam sebuah studi yang dirilis di jurnal Primates, para peneliti menemukan bahwa lemur mempunyai kebiasaan mengunyah serangga kaki seribu. Kebiasaan ini dilakukan untuk mengobati, mencegah gatal-gatal, dan menangani penurunan berat badan yang disebabkan oleh parasit di dalam usus mereka. 

Temuan ini didapatkan oleh sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Louise Peckre dari Pusat Primata Jerman, untuk Penelitian Primata pada Institut Leibniz. Mereka mempelajari dan mengamati lima kelompok red-fronted lemur (Eulemur rufifrons) di Hutan Kirindy, pulau Madagaskar, Afrika. 

Selama pengamatan, mereka memperhatikan bahwa beberapa lemur mengunyah kaki seribu untuk menghasilkan sejumlah zat berwarna oranye, yang mungkin terdiri dari campuran air liur dan sekresi tubuh kaki seribu. 

Setelah mengunyah kaki seribu, lemur kemudian menggosok ekstrak dari kunyahan ke alat kelamin, anus, dan ekor mereka. Beberapa lemur bahkan memakan serangga tersebut. 

Lemur, dan beberapa spesies mamalia lainnya, diketahui menggosok benda-benda, zat, atau material lain di bagian tubuh tertentu, sebagai perilaku yang dikenal dengan pembersihan diri. Tujuan perilaku ini diasumsikan untuk berkomunikasi dengan lemur lain, menghilangkan zat beracun dari makanan, atau mengobati diri sendiri. 

"Pembersihan diri dikombinasikan dengan memakan sekresi kaki seribu mungkin merupakan cara pengobatan tersendiri oleh red-fronted lemur," kata Peckre dikutip dari Newsweek. 

Sebagai informasi, kaki seribu memang mengandung zat yang dikenal sebagai benzoquinone. Zat tersebut berfungsi sebagai pengusir nyamuk alami. 

Lemur bisa menggunakan kaki seribu untuk membersihkan parasit yang hidup di usus mereka. Salah satunya adalah nematoda Oxyuridae, sekelompok cacing parasit yang diketahui menyebabkan ruam dan iritasi di sekitar anus. 

"Yang menarik, selama pengamatan lemur menggosokkan tubuhnya, kami melihat adanya daerah botak di punggung bagian bawah. Ini diketahui sebagai tempat duduk, dan kemungkinan (kebotakan) disebabkan oleh penggosokan berulang," kara Peckre. 

"Daerah botak ini mungkin juga menunjukkan lokasi infeksi yang disebabkan Oxyuridae dalam populasi pada saat itu," sambungnya. 

Peckre melanjutkan, kemungkinan juga lemur menggunakan kaki seribu untuk pencegahan munculnya parasit, serta menyingkirkannya. Namun demikian, lemur bukan satu-satunya hewan yang diketahui menggosok badan atau memakan kaki seribu. Bahkan, sejumlah spesies burung dan mamalia lainnya telah diamati terlibat dalam perilaku tersebut. 

Kaki seribu menghasilkan banyak zat kimia yang mengesankan, dimana zat tersebut mereka gunakan untuk mempertahankan diri dari pemangsa. Zat-zat yang meliputi berbagai asam dan alkaloid, dapat berfungsi sebagai obat penenang, repellent, mengobati iritasi, dan bahkan bisa beracun bagi hewan lain.

Related

Science 6248747215843713319

Recent

item