Ada Harta Karun di Lumpur Lapindo, Bisa untuk Baterai Mobil Listrik


Lumpur Lapindo di Sidoarjo yang menyembur sejak 2006 ternyata memiliki potensi kekayaan alam yang berharga, yaitu logam tanah jarang atau rare earth. Badan Geologi Kementerian ESDM yang melakukan penyelidikan pada 2020 menemukan adanya potensi logam tanah jarang di sana.

Logam tanah jarang merupakan salah satu material yang dibutuhkan untuk produk-produk industri teknologi tinggi, seperti komputer, handphone, hingga baterai mobil listrik.

"Terkait logam tanah jarang di Lapindo, memang tahun 2020 dilakukan penyelidikan di sana. Teman-teman kami juga terlibat di sana melakukan kajian secara umum, survei umum di Sidoarjo. Ada indikasi terkait keberadaan logam tanah jarang," kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Eko Budi Lelono dalam konferensi pers capaian kinerja dan rencana kerja 2022, dikutip dari akun youtube Badan Geologi.

Pada 2021, Badan Geologi dan Badan Litbang Kementerian ESDM telah melakukan penyelidikan lanjutan mengenai potensi logam tanah jarang di lumpur Lapindo. Namun hasilnya saat ini belum diketahui.

"Tahun lalu kami bekerja sama dengan Tekmira di Badan Litbang Kementerian ESDM terkait dengan potensi logam tanah jarang. Di 2021 kami lakukan kajian yang lebih detail. Hasilnya masih dalam proses, baru selesai 2021. Jika sudah selesai secara menyeluruh akan disampaikan," ujarnya.

Tak hanya logam tanah jarang, Eko menyebut ada kekayaan alam lain yang terkandung di lumpur Lapindo. "Selain logam tanah jarang juga ada logam lain, termasuk critical raw material yang jumlahnya justru lebih besar dari logam tanah jarang di Lapindo," tuturnya.

Related

News 7907678013812038248

Recent

Hot in week

item