Hasil Studi: Mainan Seks Bisa Memperbaiki Kualitas Hubungan Suami Istri


Studi David Frederick dkk. yang terbit di Journal of Sex Research mengungkap adanya perbaikan kualitas hubungan seksual pada pasangan yang menggunakan mainan seks. Mereka cenderung lebih berhasil mempertahankan gairah dan kepuasan hubungan jangka panjang. 

Responden penelitian David Frederick dkk. tersebut menggunakan mainan seks sebagai variasi aktivitas seksual berpasangan—selain juga mandi bersama, menjajal posisi seks baru, dan menjadwalkan kencan seks. Mereka mengungkap komunikasi seksual yang terbuka dapat meningkatkan kepuasan bersama pasangan. 

“Mereka cenderung bisa mengomunikasikan keinginan tersebut tanpa dihakimi, dipermalukan, atau ditolak,” tulis peneliti. 

Seturut studi lain, “Prevalence and characteristics of vibrator use by men in the United States”, laki-laki yang teratur menggunakan mainan seks secara individual atau bersama pasangan mendapat skor lebih tinggi pada empat dari lima domain dalam International Index of Erectile Function, yaitu fungsi ereksi, fungsi orgasme, hasrat seksual, dan kepuasan seksual. 

Studi penggunaan mainan seks juga menunjukkan hasil serupa pada perempuan. Mereka yang memiliki persepsi positif terhadap mainan seks melaporkan perolehan skor Female Sexual Function Index yang lebih tinggi terkait dengan gairah, pelumasan, orgasme, dan kepuasan seksual. Sementara itu, skor rasa sakit mereka cenderung lebih rendah. 

Sayangnya, hasil-hasil positif terkait kepuasan seksual perempuan itu selama ini tenggelam akibat konstruksi sosial yang menempatkan perempuan sebagai objek yang “melayani” laki-laki. Seolah-olah perempuan tak memiliki hak atas tubuhnya, tapi menanggung beban tuntutan “kemenangan” laki-laki saat berhubungan seksual. 

Akibatnya, seringkali perempuan dipersepsikan harus pasif saat berhubungan seksual, pasrah, dan haram hukumnya menggunakan instrumen cinta selain dengan pasangan. Mereka jadi "terpaksa" pura-pura orgasme hanya untuk memelihara ego laki-laki.

Jika persepsi macam ini terus langgeng, keintiman hubungan seksual justru akan rusak dan menjadi bibit-bibit kegagalan dalam berelasi jangka panjang.

Related

Sexology 4384186844372426916

Recent

item