Kaitan Antara Obat Kuat, Ereksi Pria, dan Rangsangan Seksual


Naviri Magazine - Istilah obat kuat lekat dengan pria, karena nyatanya yang mengonsumsi obat semacam itu memang (kebanyakan) kaum pria. Disebut obat kuat, karena tujuannya untuk menguatkan organ intim dan menambah stamina selama berhubungan seks dengan pasangan. 

Dalam hal itu, ada obat kuat yang legal, ada pula yang ilegal. Yang legal, tentu telah mendapat pengesahan dari lembaga terkait, semisal BPOM, sementara yang ilegal tidak memiliki pengesahan. Dalam hal itu, sebaiknya hindari mengonsumsi obat kuat yang ilegal, karena bisa berbahaya.

Sekalipun penggunaan obat kuat atau phosphodiesterase tipe 5 inhibitor (PDE5 inhibitor) bisa digunakan bagi penderita disfungsi ereksi, namun para pria perlu tahu tata caranya. Seperti misalnya kapan harus mengonsumsi obat, dan apa efeknya.

Seperti disampaikan spesialis Andrologi dan Seksologi dr. Heru H. Oentoeng, M. Repro, Sp. And, FIAS, FECSM, obat kejantanan pria tidak akan bekerja optimal jika tidak ada rangsangan seksual. 

"Jika Anda minum obat terus menyetir ke Bandung selama 4 jam dan terkena macet, maka nggak akan ereksi. Kalau ada rangsangan seksual baru ereksi," jelasnya.

Jadi, kata dia, setelah minum obat, butuh waktu 30-60 menit bagi seorang pria untuk ereksi, asalkan ada rangsangan seksual. Namun tidak perlu khawatir ketagihan, sebab penggunaan obat biasanya diberikan pada seseorang yang memiliki faktor risiko dan diberikan atas resep dokter. 

"Efek obat sesaat, dia punya mekanisme dalam jangka waktu 4-6 jam, setelah itu efeknya menurun. Yang terpenting, menurut saya, memperbaiki faktor risiko agar harapannya tidak perlu pakai obat. Jadi, tanpa obat, dia bisa bekerja secara alamiah. Hindari rokok, minuman beralkohol, dan olahraga," tukasnya.

Related

Sexology 8259035736130966926

Recent

item