Kasus Penembakan Paling Brutal dalam Sejarah Amerika


Naviri Magazine - Undang-undang terkait kepemilikan senjata api di Amerika kerap menuai pro kontra. Pasalnya, undang-undang itu rentan disalahgunakan pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan. Tingginya kasus penyalahgunaan senjata api di Amerika juga disinyalir karena siapa pun bisa memiliki senjata api, meski ada syarat kepemilikan yang dinilai ketat.

Karena peredaran senjata api di Amerika pula, kasus-kasus penembakan dengan senjata kerap terjadi. Di antara banyak kasus semacam itu, peristiwa yang terjadi di Las Vegas, pada 1 November 2017 malam, dianggap sebagai kasus penembakan paling brutal dalam sejarah Amerika.

Kasus penembakan itu terjadi di konser musik di Mandalay Bay, Las Vegas, Amerika Serikat. Kabar yang dilansir laman New York Times, menyebutkan ada 50 korban tewas dan 200 orang terluka dalam kejadian itu. Sejumlah rekaman video yang beredar di media sosial menggambarkan ribuan orang yang sebelumnya menikmati suguhan musik, tunggang langgang menyelamatkan diri.

Dalam rekaman video juga terdengar rentetan suara tembakan pertama di tengah ingar-bingar musik. Saat serangan terjadi, penyanyi country Jason Aldean sedang berada di atas panggung untuk memeriahkan konser Route 91 Harvest Festival.

Acara itu merupakan perhelatan musik tiga hari yang terganggu akibat serangan senjata otomatis. Sesaat kemudian, suara musik terhenti. Semua terdiam sambil memasang telinga untuk memastikan suara apa yang baru saja terdengar.

Ketika itu, suara tembakan sedang tak terdengar. Seorang saksi mata menduga, pelaku sedang mengisi amunisi. Sebab, tak berapa lama berselang, rentetan suara senapan mesin seperti yang kerap terdengar di film-film laga kembali terdengar.

"Turun, turun," teriak para penonton saat menyadari ada suara tembakan. 

Kala itu pula, para penonton berhamburan dan berlarian. "Jangan dorong, jangan dorong," terdengar suara seorang pria yang memegang kamera dan merekam kejadian itu.

Tim khusus SWAT Las Vegas, yang tiba di lokasi, langsung melakukan tindakan cepat. Mereka menembak mati pelaku penyerangan itu.

Peristiwa ini diyakini menjadi salah satu kasus penembakan massal dengan jumlah korban terbesar yang terjadi dalam sejarah AS. 

Laporan pertama menyebutkan suara tembakan pertama kali terdengar pukul 22.08. Sesaat kemudian, Departemen Kepolisian Metropolitan Las Vegas melaporkan bahwa satu tersangka sudah dilumpuhkan. Polisi meyakini tak ada lagi pelaku serangan lain dalam peristiwa ini.

Diberitakan sebelumnya, polisi juga sedang memburu seorang wanita bernama Marilou Danley, yang diketahui menjadi teman seperjalanan pelaku. Disebutkan, Danley adalah wanita Asia, bertinggi badan sekitar 150 cm, dengan berat badan 50 kilogram.

"Kami belum menemukannya saat ini, kami ingin untuk berbicara dengannya," kata Sherif Las Vegas, Joseph Lombardo.

Dia pun mengatakan, ada dua petugas polisi Las Vegas dirawat di sebuah rumah sakit setempat, karena mengalami luka-luka akibat penembakan tersebut. Menurut Lombardo, salah satu polisi dalam kondisi kritis, sementara satu lainnya mengalami luka ringan.

Related

International 4549637976075854451

Recent

Hot in week

item