Kisah Mantan Karyawan di Indonesia yang Sukses Jualan Bakmi di Belanda


Mengadu nasib di negara orang enggak mudah, butuh kerja keras dan tekad yang kuat. Itu juga yang dialami oleh Aries, warga negara Indonesia yang merantau ke Belanda demi masa depan lebih baik.

Aries pindah ke Amsterdam, Belanda, sekitar 24 tahun lalu. Sesampainya di Negeri Kincir Angin, Aries sempat bekerja di supermarket, restoran, pabrik berlian, hingga butik. 

Sembari bekerja, Aries sesekali menjual bakmi dengan sistem pre-order atau PO ke teman-temannya sesama diaspora Indonesia. Ternyata respons teman-temannya sangat positif, karena bakmi buatan Aries enak.

Merasa tak berkembang bekerja di sebuah perusahaan, sekaligus atas dorongan teman-temannya, Aries kemudian memberanikan diri untuk berbisnis bakmi. 

Untuk membuat bakmi, Aries mendapatkan resep dari saudaranya. Sementara, kemampuan memasak dipelajari secara otodidak. 

“Jadi awalnya saya kontak teman-teman saya mau order bakmi. Mereka kemudian datang dan kumpul-kumpul. Mereka juga take away untuk dibawa pulang. Saat itu susah cari makanan Indonesia di Belanda. Saya disuruh buka restoran akhirnya,” kata Aries. 

Restoran yang diberi nama Aries Noddle akhirnya dibuka pada 2012 silam. Awalnya Aries mau memberi nama Bakmi Aries, namun di Belanda pengertiannya jadi berbeda.

Bakmi menurut orang Belanda adalah mie goreng. Padahal bakmi adalah mie kuah dengan aneka rasa dan toping, maka dipilihnya nama Aries Noodles. Nama itu dipilih supaya lebih internasional dan bisa menggaet pembeli, khususnya orang Belanda.

Bisnis bakmi Aries berkembang pesat. Jika awalnya hanya menjual bakmi ayam, kini ada beragam varian bakmi yang disajikan di restorannya seperti bakmi ayam, bakmi kecap, bakmi vegetarian, mie goreng, hingga bakso.

Aneka menu bakmi itu dibuat untuk menggaet pasar yang lebih luas lagi. Kini, pelanggan restoran Aries berdatangan baik orang Indonesia yang tinggal di Belanda maupun warga lokal. 

Related

Business 3350816203438223938

Recent

item