Kunci Meraih Sukses dan Kebahagiaan Menurut Penelitian Ilmiah



Sukses sejati sesungguhnya adalah perjalanan meraih kebahagiaan yang hakiki. Tak pelak, keberhasilan dalam menumbuhkan kebahagiaan hati merupakan salah satu ultimate goal dalam hidup, atau bahkan mungkin tujuan yang paling penting dalam sejarah perjalanan hidup yang kita tapaki.

Ada banyak orang yang kerja keras mencari dan mengumpulkan banyak uang agar punya tabungan yang banyak. Setelah punya tabungan yang banyak, ia lalu ingin bisa membeli rumah yang nyaman, atau agar bisa jalan-jalan ke luar negeri. Apa tujuan akhirnya dari semua ini? Kemungkinan besar karena ingin mendapatkan kebahagiaan (bahagia bisa punya rumah yang lapang, atau bahagia bisa jalan-jalan ke Eropa).

Ya, pada akhirnya kita ingin bisa menjalani hidup dengan cara-cara yang bisa membahagiakan hati.

Betapa muramnya hidup jika sebagian besar waktu yang Anda habiskan tenggelam dalam beragam momen yang menyedihkan, mengecewakan, penuh frustasi, galau, hingga sarat dengan emosi negatif lainnya.

Sukses sejati tidak akan pernah Anda raih jika jiwa Anda jarang merasa bahagia. Atau saat hati Anda kebanyakan diisi oleh perasaan sedih dan galau.

Berkaitan dengan perjalanan meraih sukses kebahagiaan hati dan jiwa ini, ada sebuah temuan saintifik yang menarik tentang the science of happiness. Temuan ini intinya menuliskan, jiwa harus bahagia dulu agar bisa meraih sukses.

Hingga saat ini banyak orang beranggapan, Anda harus sukses dulu, baru bisa bahagia. Misal Anda harus sukses finansial dulu, baru bisa merasa bahagia. Atau Anda harus sukses dalam karir dulu, baru bisa merasa happy.

Beberapa kalimat awal dalam paragraf artikel ini juga menyiratkan pandangan yang serupa. Kumpulkan uang dengan banyak agar bisa jalan-jalan ke luar negeri atau agar bisa beli rumah yang nyaman. Sebab hanya dengan ini, jiwa akan bahagia.

Pendek kata, ada pandangan lama yang bunyinya: Anda harus meraih sukses terlebih dahulu (entah sukses finansial, sukses karir atau sukses lainnya), baru Anda akan  merasa bahagia.

Studi-studi ilmiah dalam the science of happiness ternyata menyimpulkan  pandangan lama itu tidak akurat alias salah. Yang benar adalah sebaliknya, yakni jiwa Anda harus bahagia dulu, baru Anda akan bisa meraih sukses.

Jadi bukan sukses yang akan menjadikan Anda bahagia. Namun jiwa bahagia yang akan membuat Anda sukses.

Jadi puluhan riset empirik dalam the science of happiness membuktikan, seseorang akan bisa produktif, makin tekun, makin gigih, dan akhirnya bisa meraih sukses jika jiwa orang itu dilimpahi kebahagiaan (positive emotion).

Sebaliknya, Anda akan sulit memelihara daya keuletan, ketekunan dan produktivitas yang tinggi jika jiwa penuh emosi negatif seperti kesedihan, kekecewaan, frustasi dan kegalauan. Dan karena keuletan, ketekunan serta poduktivitas Anda tidak optimal, pada akhirnya Anda akan sulit meraih kesuksesan yang diangankan.

Ground-breaking study yang dilakukan oleh Profesor Barbara Frederickson, pakar psikologi dari Duke University menemukan fakta yang ia sebut sebagai “build-and-broaden theory”. Jadi intinya orang-orang yang jiwanya dipenuhi emosi positif (bahagia, senang, optimis, prasangka positif) maka akan mampu membangun dan meluaskan cakrawala pikirannya menjadi makin tajam dan kreatif.

Penelitian yang dia lakukan menemukan fakta: saat seseorang pikirannya dilimpahi emosi positif seperti kebahagiaan, ternyata orang ini akan lebih tangguh menghadapi tantangan hidup, lebih resilien (lebih tekun), dan juga lebih kreatif dalam melakukan problem solving.

Sebaliknya, penelitian juga menemukan, saat seseorang pikirannya dipenuhi emosi negatif (sedih, kecewa, galau), ternyata kapabilitas orang ini akan makin menurun, misal makin buruk daya juangnya, makin mudah menyerah saat menghadapi tantangan, dan juga makin jelek kreativitasnya dalam memecahkan masalah.

Fakta saintifik itu bermakna penting. Artinya, elemen-elemen yang amat krusial untuk meraih sukses seperti ketekunan, keuletan, dan problem solving yang kreatif, hanya akan muncul secara optimal jika jiwa dipenuhi emosi positif (kebahagiaan).

Maka kesimpulannya jadi jelas: kita harus berusaha membuat jiwa kita berada pada titik kebahagiaan yang optimal. Sebab hanya dengan cara ini, kita akan lebih tangguh daya juangnya, lebih tekun dalam berusaha, dan lebih kreatif. Dan dengan bekal inilah kemudian kita akan bisa meraih sukses demi sukses yang kita impikan.

Related

Inspiration 86242162150955611

Recent

item