Membongkar Praktik Binary Option: Judi atau Investasi? (Bagian 1)


Setiap orang yang memiliki eksposur terhadap media sosial tentu tahu Binomo. Ya, Binomo adalah platform binary option yang populer karena iklan yang masif di YouTube.

"Jutaan orang tidak menyadari bahwa mereka bisa menghasilkan US$ 1.000 dalam sehari tanpa meninggalkan rumah."

Kurang lebih itulah kata-kata yang disampaikan dalam iklan Binomo. Kalau dikalkulasi dengan kurs rupiah saat ini, maka nilai US$ 1.000 akan setara dengan Rp 14,3 juta.

Jika ditelaah lebih dalam, di balik kata-kata tersebut, Binomo seolah hadir sebagai solusi bagi mereka yang ingin mengubah nasib secara instan tanpa perlu usaha banyak.

Binomo juga dibungkus sebagai suatu produk, instrumen atau media investasi yang cerdas. Namun yakinlah yang disampaikan oleh Binomo hanya teknik marketing belaka alias gimmick untuk menarik korban!

Sejatinya Binomo sendiri tak lain dan tak bukan adalah platform binary option yang memiliki sistem untuk berjudi, bukan trading apalagi investasi, sehingga jangan sampai salah kaprah.

Perbedaan antara judi dengan trading maupun investasi sebenarnya sudah sangat jelas. Dalam trading dan investasi ada underlying asset yang punya nilai yang diperdagangkan.

Adapun jika rugi atau untung besarannya tergantung modal, pergerakan harga aset dan ada tidaknya leverage yang digunakan.

Namun dalam kasus Binomo dan platform binary option lain, sebenarnya yang disediakan dalam platform bukan aset keuangan untuk diperjualbelikan, tetapi meja judi daring.

Layaknya Kasino, orang yang mengaku 'trading' di Binomo dkk hanyalah mereka yang melakukan aksi tebak-tebakan apakah harga suatu aset akan naik atau turun sedangkan Binomo dkk bertindak sebagai 'bandarnya'.

Seperti namanya yaitu opsi biner, seseorang hanya menebak harga suatu aset akan naik atau turun dalam jangka waktu tertentu, biasanya pendek di kisaran menit hingga detik.

Skemanya seperti ini, seseorang bisa memilih aset pasangan finansial mulai dari mata uang (forex), crypto, hingga indeks saham.

Asumsikan pasangan aset finansial yang dipilih merupakan GBP/USD di mana saat ini harga GBP/USD berada di 1,35 dan orang tersebut menebak dalam satu menit ke depan GBP/USD akan naik dengan mempertaruhkan sejumlah uang. Dalam hal ini anda bertaruh bak melakukan judi bola (sports betting) bahwa GBP akan menang melawan USD dalam 1 menit ke depan.

Jika dalam satu menit ke depan nilai GBP/USD berubah menjadi 1,40 maka beruntunglah orang tersebut berhasil melipatgandakan uangnya, meskipun dalam kenyataan dia hanya mendapatkan 80% keuntungan karena sisa 20% masuk ke kantong penyedia platform dalam hal ini adalah Binomo dkk.

Akan tetapi berbeda cerita jika ternyata dalam satu menit setelah sejumlah uang dipertaruhkan nilai GBP/USD turun menjadi 1,30 maka habislah seluruh uang yang dipertaruhkan.

Inilah yang membedakan gambling dengan trading. Selain karena ada aspek 'spekulasi' dan tidak ada perpindahan underlying asset, return ataupun kerugian yang didapat tidak bergerak sesuai harga pasar.

Dalam kasus GBP/USD tadi jika orang tadi membelinya lewat broker forex maka keuntungan atau kerugian yang didapat seharusnya hanya 3,85% (asumsikan tanpa ada leverage dan tidak mengacu pada perhitungan pips pada forex untuk kebutuhan ilustrasi secara sederhana), bukan 80% seperti pada skema Binomo dkk.

Dari pengertian harfiah saja sudah terlihat jelas bahwa yang dilakukan di platform opsi binari bukanlah trading karena arti harfiah dalam trading artinya bertukar, di mana apabila anda melakukan trading saham ataupun forex ada aset finansial yang berpindah tangan, sedangkan dalam opsi binari Anda bertaruh melawan bandar yakni para penyedia platform.

Baca lanjutannya: Membongkar Praktik Binary Option: Judi atau Investasi? (Bagian 2)

Related

Business 4102193689846657518

Recent

item