Mengapa Kita Kadang Lupa Sesuatu atau Pengalaman di Masa Lalu?


Kita pasti pernah melupakan sesuatu. Jangan khawatir, lupa adalah kejadian normal yang bisa terjadi pada siapa saja. Terkadang lupa bisa membuat kesal dan kerepotan, tapi lupa adalah bagian dari proses belajar.

Selain itu, lupa memiliki fungsi untuk kesehatan otak.

Lupa Memiliki Fungsi Tersendiri

Kita menciptakan kenangan yang tak terhitung jumlahnya, saat menjalani hidup kita, tetapi banyak di antaranya yang kita lupakan. Kita mungkin merasa bahwa lupa adalah kebiasaan yang merepotkan. Tapi, tidak selalu begitu.

 Hal ini disebabkan karena otak bekerja secara dinamis. Dinamis adalah sifat yang selalu berubah-ubah, tergantung masukan yang diterima oleh otak.

Coba bayangkan, setiap hari manusia menemukan banyak hal untuk dipelajari dan diolah dalam otak. Setiap hal baru yang diterima otak akan disimpan dalam bentuk ingatan atau memori, maka otak akan 'penuh' dan perlu dibersihkan.

Jika ada ingatan yang tidak pernah terpakai lagi, maka otak akan otomatis membuang ingatan tersebut. Mekanisme otak di sini seperti melakukan pembersihan pada ingatan yang sudah tidak berguna.

Pembersihan ini akan membuat otak lebih segar, dan bisa memelihara kesehatan psikologis. Misalnya, saat kecil dulu kita memiliki ingatan mengenai mimpi buruk pada suatu malam, lambat laut otak akan menghilangkan ingatan tersebut pada proses pembersihan. Sehingga, ingatan mengenai mimpi buruk itu bisa terlupakan.

Lupa adalah Bagian dari Proses Belajar

Lupa adalah mekanisme penyegaran otak yang bisa membuat otak mampu menerima masukan lagi. Sehingga otak yang tadinya sudah penuh, bisa kembali lapang dan segar untuk belajar lagi.

Proses melupakan dibagi menjadi dua jenis, yakni lupa seluruhnya dan lupa sebagian. Lupa seluruhnya adalah saat otak tidak bisa menemukan gambaran mengenai suatu ingatan. Hal ini disebabkan otak menilai bahwa ingatan tersebut sudah tidak berguna lagi dan menghapusnya.

Lalu ada lupa sebagian, yakni saat otak hanya menghilangkan beberapa bagian dari ingatan. Ingatan dalam kasus lupa sebagian ini bisa dikembalikan dengan memeriksa sumber ingatan lagi. Misalnya, lupa dengan pelajaran, yang dapat dikembalikan dengan membaca ulang buku.

Sel pada otak, disebut sel engram, adalah yang membantu otak menyimpan ingatan. Saat otak melakukan pembersihan ingatan, sel engram juga ikut diperbarui. Otak yang memiliki sel engram baru memiliki keadaan yang jauh lebih baik.

Jika kita merasa cemas saat melupakan sesuatu, sebenarnya itu hal wajar yang menandakan otak kita terus berkembang.

Related

Science 1893436356653644392

Recent

item