Mengenal 3 Jenis Obat Kuat Legal dan Efek Sampingnya


Naviri Magazine - Hukum ekonomi juga terjadi dalam urusan obat kuat; jika ada permintaan, maka ada penawaran. Karena banyak pria yang membutuhkan obat kuat dalam urusan meningkatkan stamina seks, maka obat-obat kuat pun menjamur di mana-mana, dan bisa diperoleh siapa saja dengan mudah. Yang menjadi masalah, tidak semua obat kuat aman dikonsumsi, karena bisa jadi termasuk obat kuat ilegal.

Berdasarkan temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), obat disfungsi ereksi atau awam dikenal sebagai obat kuat, paling banyak dipalsu dengan mencampurkannya ke dalam obat tradisional. Secara legal, hanya ada tiga jenis obat disfungsi ereksi yang boleh beredar, yaitu dengan nama generik sildenafil, tadalafil, dan vardenafil.

Disfungsi ereksi (DE) adalah salah satu masalah kesehatan yang paling umum terjadi pada laki-laki, dan lebih umum dengan bertambahnya usia. DE kronis memengaruhi sekitar 5 persen laki-laki di usia 40-an, dan 15-25 persen pada laki-laki di atas 65 tahun.

Sebanyak 95 persen kasus DE telah mendapatkan pengobatan yang memuaskan. Disfungsi ereksi dapat diobati pada usia berapa pun, dan kesadaran fakta ini telah berkembang. Banyak pria telah mencari bantuan dan kembali ke aktivitas seksual normal, karena perawatan yang berhasil untuk disfungsi ereksi.

Saat ini, ada tiga obat oral untuk pengobatan disfungsi ereksi yang telah disetujui oleh FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan AS): sildenafil (Viagra), vardenafil (Levitra), dan tadalafil (Cialis). Ketiganya berfungsi memblokir enzim phosphodiesterase tipe 5 (PDE-5), dan termasuk ke dalam kelas phosphodiesterase (PDE) inhibitor.

Sejak diperkenalkan PDE-5 inhibitor pertama, Viagra, telah terjadi perubahan mendasar dalam pengobatan disfungsi ereksi. Meskipun ada beberapa pilihan perawatan non-bedah, jelas terapi oral telah merevolusi pendekatan pengobatan untuk pasien disfungsi ereksi.

Sildenafil awalnya diteliti untuk pelebaran pembuluh darah jantung. Tapi peneliti malah melihat yang melebar lebih banyak pembuluh darah di penis. Revolusi di dunia kedokteran untuk obat disfungsi ereksi pun dimulai.

Viagra adalah yang pertama dan mungkin yang paling terkenal dari tiga PDE-5 inhibitor. Viagra telah disetujui sebagai obat disfungsi ereksi pada 27 Maret 1998. Viagra diproduksi oleh Pfizer, Inc.

Levitra adalah PDE-5 inhibitor kedua yang hadir di pasar Amerika Serikat, dan telah disetujui oleh FDA pada 19 Agustus 2003. Levitra diproduksi oleh Bayer Pharmaceuticals Corporation.

Sementara Cialis adalah PDE-5 inhibitor ketiga untuk pasar di Amerika Serikat, dan telah disetujui oleh FDA pada 21 November 2003. Cialis diproduksi oleh Lilly ICOS LLC.

Keuntungan utama dari tiga obat ini adalah meningkatkan aliran darah di penis dalam menanggapi rangsangan seksual. Ketiga obat ini tidak menyebabkan ereksi pada waktu yang tidak tepat, karena hanya bertindak jika ada rangsangan seksual.

Perbedaan sildenafil, tadalafil, dan vardenafil

Perbedaan ketiganya ada pada reaksi dan durasi. Dilansir emedexpert, reaksi sildenafil sekitar 30 menit sebelum berhubungan intim (efek tertunda jika dikonsumsi dengan makanan); vardenafil bereaksi setelah 25 menit (efek tertunda karena makanan berlemak); dan tadalafil bereaksi 16-45 menit (efek tidak tertunda oleh makanan).

Untuk durasi kerja, sildenafil bisa bekerja 4 sampai 5 jam, vardenafil 4 sampai 5 jam, sedangkan tadalafil bekerja hingga 36 jam.

Namun, penggunaan ketiga obat disfungsi ini dapat menimbulkan beberapa efek samping. Untuk sildenafil, efek samping yang umum adalah wajah kemerahan, sakit kepala, dan gangguan pencernaan. Untuk vardenafil, efek sampingnya kemerahan pada wajah dan sakit kepala. Sedangkan tadalafil, efek sampingnya sakit kepala dan gangguan pencernaan.

Related

Sexology 5389637852270056985

Recent

item