Mengenal Fugu, Masakan Lezat yang Dibuat dari Ikan Beracun


Naviri Magazine - Salah satu ikan beracun yang sering dilahap manusia adalah ikan perut gembung atau ikan buntal. Ikan itu mengandung racun yang sangat kuat, namun bagian lain ikan itu—yang tidak mengandung racun—dianggap memiliki rasa yang sangat lezat.

Di Jepang, banyak restoran dan rumah makan yang menghidangkan masakan ikan semacam itu, dan disebut “fugu”. 

Fugu disajikan dalam bentuk hidangan masakan yang sangat lezat. Namun, karena berasal dari ikan yang beracun, para ahli masak di Jepang pun dilatih untuk dapat membuang semua sisa organ yang beracun, agar masakan yang dihidangkan benar-benar steril dan aman dikonsumsi. 

Tetapi, meski begitu, setiap tahun ada orang yang meninggal karena memakan fugu—biasanya karena tidak dimasak dengan baik.

Mengingat risikonya yang tinggi, pemerintah Jepang memberlakukan peraturan, hanya koki-koki yang memiliki sertifikat dari Departemen Kesehatan yang diizinkan mengolah ikan buntal untuk dikonsumsi umum. 

Mengapa ikan buntal memiliki racun?

Racun yang terdapat di dalam ikan buntal tidak meracuni si ikan bersangkutan, bahkan membantunya dalam mempertahankan hidup. Racun itu merupakan mekanisme pertahanan diri ikan buntal.

Racun tetrodotoxin yang dimilikinya digunakan oleh ikan buntal untuk membantu proses perkembangbiakan, dan menghindari pemangsa. 

Melalui proses yang disebut adaptasi evolusi, ia menjadi kebal terhadap racun tetrodotoxin yang berasal dari sesuatu yang dimakannya, khususnya dari makhluk hidup laut yang terkontaminasi racun.

Related

Food 1708610878794064226

Recent

Hot in week

item