Mengenal Ig Nobel, Penghargaan untuk Prestasi dan Penemuan Aneh


Naviri Magazine - Kita tentu sudah tahu penghargaan Nobel, yang ditujukan untuk para ilmuwan, peneliti, dokter, penulis, hingga para tokoh atau aktivis. Penghargaan Nobel diberikan setiap tahun, meliputi berbagai bidang. Dari bidang medis sampai ekonomi sampai sastra. 

Sebenarnya, ada penghargaan lain dengan nama mirip, yaitu Ig Nobel. Bedanya, Ig Nobel lebih menyasar pada penemuan-penemuan yang dianggap unik, aneh, atau tak lazim. Sebagaimana Nobel, penghargaan Ig Nobel juga diberikan setiap tahun, dan hampir bisa dipastikan akan diwarnai oleh penelitian-penelitian yang tidak biasa.

Upacara penghargaan oleh Majalah Annals of Improbable ini diadakan di Universitas Harvard, memberi penghargaan pada penelitian-penelitian yang “awalnya membuat Anda tertawa, kemudian berpikir”.

Kali ini, penghargaan di bidang pengobatan jatuh pada para peneliti asal Amerika Serikat, yang mempelajari efek rollercoaster dalam mengobati batu ginjal.

Professor David Wartinger, dari Michigan State University, mendapat ide untuk melakukan penelitian tersebut, ketika mendapati bahwa salah satu pasiennya berhasil mengeluarkan batu ginjal setelah naik wahana rollercoaster bernama Thunder Mountain, di Disney World, Florida.

Bersama koleganya, Wartinger pun membangun model sistem ginjal, dan mengujinya pada berbagai wahana rollercoaster. Teori Wartinger pun terbukti, dan kini dia selalu meresepkan naik rollercoaster bagi siapa saja yang menderita batu ginjal.

“Wahana secara harafiah menggoyang-goyangkan batu hingga terlepas,” kata Wartinger.

Namun, tidak sembarang rollercoaster efektif dalam menyembuhkan batu ginjal.

Wartinger dan kolega menemukan bahwa yang terbaik adalah rollercoaster yang bergerak ke atas dan ke bawah, serta ke kanan dan ke kiri, secara cepat dan kasar. Sebaliknya, rollercoaster yang hanya luar biasa cepat, tapi hanya turun sekali, tidak akan mempan dalam mengobati batu ginjal.

Selain Wartinger, ada banyak penelitian unik lain yang menyabet penghargaan di gelaran Ig Nobel ini.

Penghargaan bidang biologi, misalnya, jatuh kepada sekelompok peneliti yang bisa mengidentifikasi keberadaaan lalat dalam gelas wine, hanya dengan baunya.

Lalu, penghargaan untuk edukasi medis jatuh kepada seorang dokter Jepang yang menciptakan teknik kolonoskopi mandiri. Penghargaan perdamaian juga diberikan kepada para peneliti asal Spanyol, yang mengukur efek mengumpat ketika menyetir.

Namun, penelitian lain yang paling menarik adalah pemenang penghargaan nutrisi oleh Dr James Cole. Pengajar arkeologi dari University of Brighton ini mengukur nilai kalori dari memakan tubuh manusia.

Temuannya menunjukkan bahwa memakan hewan lebih menguntungkan secara kalori daripada memakan manusia. Dari situ, Cole berpendapat bahwa nenek moyang manusia yang mempraktikkan kanibalisme mungkin melakukannya untuk alasan sosial, bukan nutrisional.

Related

Science 8122167400600765084

Recent

item