Mengintip Bisnis Miliaran Dolar dari Pakaian Dalam Wanita


Naviri Magazine - Berbeda dengan pria yang pakaian dalamnya bisa dibilang itu-itu saja dan bentuknya juga itu-itu saja, pakaian dalam wanita lebih banyak dan memiliki bentuk lebih beragam. 

Seperti kita tahu, wanita setidaknya membutuhkan dua pakaian dalam, yaitu bra dan celana dalam. Masing-masing bra dan celana dalam memiliki bentuk, wujud, hingga aksesoris yang beragam. Selain bra dan celana dalam, wanita juga punya pakaian dalam lain, yaitu lingerie.

Bagi yang sudah punya pasangan, lingerie adalah hal penting bagi sebagian besar wanita. Mereka mengenakan lingerie agar merasa feminin, sekaligus untuk menyenangkan pasangan.

Bagi wanita, pakaian dalam tak sekadar penutup bagian tubuh, tetapi juga bagian dari sisi feminisme. Itulah mengapa ada sebagian wanita yang rela membelanjakan banyak uang untuk urusan pakaian dalam. Berkahnya tentu saja mampir ke industri pakaian dalam yang perputaran uangnya cukup menggiurkan.

Uang dan Kenyamanan

Pernah mendengar sebuah set pakaian dalam dibanderol jutaan dolar atau miliaran rupiah? Ini biasanya ditawarkan oleh perusahaan pakaian dalam khusus wanita papan atas. Victoria's Secret pernah memamerkan sebuah pakaian dalam red hot fantasy bra and panties seharga 15 juta dolar AS, bertabur batu mulia.

Lupakan dalaman yang berharga miliaran itu. Ada bagian dari pasar yang jauh lebih besar. Pasar lingerie misalnya, terus tumbuh makin dalam. Setiap tahun di Amerika Serikat (AS) mengalami pertumbuhan 5 persen. Dari total industri lingerie global, AS mengusai pangsa pasar 40 persen disusul oleh Cina, Inggris, dan Australia. 

Berdasarkan statista, pertumbuhan pasar ritel lingerie dunia naik tajam, pada 2014 tercatat 72 miliar dolar AS, tahun ini diperkirakan mencapai 82,1 miliar dolar AS. 

Sedangkan total keseluruhan industri pakaian dalam secara global jauh lebih besar, The Business of Fashion mencatat bisnis ini memutar uang 110 miliar dolar AS. Pemain utama bisnis pakaian dalam dunia antara lain Triumph, Hanes, Maidenform, Wonderbra, Playtex, dan Victoria's Secret. 

Tuntutan gaya hidup modern yang penuh kepraktisan dan tawaran hadiah membuat kaum hawa berburu lingerie dengan jejaring belanja daring. Membeli pakaian dalam kini tak hanya di butik-butik, tapi cukup dengan di depan laptop. 

Technavio’s market research memprediksi pertumbuhan CAGR 17 persen untuk penjualan lingerie secara online. Pasar Eropa yang paling besar menguasai pasar online lingerie yang mengambil porsi 45 persen. 

Persaingan merek dalam bisnis lingerie semakin ketat, bermunculannya merek-merek baru menjadi tantangan bagi pemain bisnis ini. Di jagad perdagangan daring lingerie, merek-merek papan atas lingerie yang dijual online antara lain L Brands, Maison Lejaby, Lise Charmel, PVH, Wolf Lingerie, Baci Lingerie, Chantelle, Etam, Hanes Brands, Jockey, Lindex, Triumph, Wacoal, dan Wolford. 

Related

Business 2322743522959503671

Recent

Hot in week

item