Misteri Penemuan Koin-koin Emas Kuno di Italia Utara


Naviri Magazine - Bayangkan kita menemukan ratusan koin emas yang berkumpul bersama emas batangan, dan barang-barang berharga dari zaman kuno itu terpendam di dalam tanah. Kita menemukannya tanpa sengaja, dan menyadari koin-koin emas itu sengaja disimpan di dalam tanah. Semua koin emas itu dalam kondisi baik, karena memang disimpan hati-hati.

Penemuan semacam itu tentu tidak hanya mengejutkan, tapi juga membuat kita bertanya-tanya, siapa yang telah mengubur koin-koin emas tersebut? Kenyataan itulah yang terjadi di Italia, baru-baru ini.

Sebuah bejana yang penuh dengan ratusan koin emas Romawi kuno ditemukan di Teater Cressoni di Como, sebelah utara kota Milan, Italia. Koin emas itu kabarnya berasal dari abad ke-5 Masehi.

Seperti dilansir New York Post, tidak jelas berapa banyak koin yang masih layak. Namun, Menteri Kebudayaan, Alberto Bonisoli, menyatakan penemuan itu membanggakan.

"Kami belum tahu secara detail signifikansi sejarah dan budaya dari penemuan ini, tetapi daerah ini adalah harta nyata bagi arkeologi kami," katanya dalam siaran pers.

Koin-koin itu telah dipindahkan ke sebuah laboratorium pemulihan Kementerian Kebudayaan Italia (Mibac) di Milan. Di sana, para arkeolog berharap segera mendapatkan informasi yang lebih detail tentang asal usul uang itu.

Maria Grazia Facchinetti, seorang ahli koin langka, mengatakan kepada CNN bahwa koin-koin itu ditumpuk dalam gulungan yang mirip dengan praktik di bank masa kini. Koin-koin itu memiliki ukiran sosok kaisar, seperti Valentinian III dan Libio Severo, yang berarti dicetak sebelum tahun 474.

"Kami pun berpikir bahwa pemilik koin ini bukan individu, tapi bank umum atau deposito," tambah Facchinetti. Selain koin, para arkeolog juga menemukan batangan emas di dalamnya.

Kementerian Kebudayaan Italia tidak menyebutkan nilai komersial dari seluruh koin tersebut. Namun, laporan media di Italia memperkirakan bisa bernilai jutaan dolar AS.

Arkeolog belum menetapkan koin itu milik siapa atau mengapa mereka dikuburkan. Arkeolog Luca Rinaldi mengatakan kepada Newsweek bahwa penemuan itu sangat tidak biasa, karena jumlahnya banyak dan masih berkualitas baik karena telah diawetkan.

"Ini hampir keseluruhan koleksi, tidak seperti penemuan di Italia utara. Kadang-kadang, koin yang ditemukan saling menempel, tetapi semuanya terpisah. Rasanya seperti membuka dompet," ujarnya.

Teater Cressoni diresmikan pada 1870, sebelum berubah menjadi bioskop. Pada 1997, lokasi itu ditutup untuk publik, dan direncanakan untuk dihancurkan sebelum dijadikan lahan pembangunan pemukiman mewah.

Namun, dengan penemuan ini, pihak berwenang berencana menghentikan sementara pembangunan, demi memfasilitasi penggalian lebih lanjut. Mereka mengantisipasi kemungkinan harta karun kuno lainnya, yang masih terkubur di lokasi tersebut.

Temuan koin emas kuno ini adalah satu dari beberapa penemuan mengejutkan mata uang Romawi dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2016, para arkeolog menemukan koin emas Romawi langka berusia 2.000 tahun di Yerusalem, Israel, dengan ukiran wajah kaisar Romawi, Nero. Lokasi penemuan terletak di penggalian arkeologi Gunung Zion, di selatan kota tua Yerusalem. Tim University of North Carolina-Charlotte, AS, melakukan penggalian di sana sepanjang musim panas.

Juga pada 2016, menurut Washington Post, para arkeolog menemukan sekumpulan koin Romawi dan Ottoman di sebuah kastil di Okinawa, Jepang. 

Menariknya, koin-koin Romawi tersebut berasal dari sekitar periode yang sama dengan koin yang ditemukan di Como. Mereka berspekulasi bahwa koin-koin itu sampai ke Jepang melalui rute perdagangan yang menghubungkan Barat dengan Asia.

Namun, menurut Inquistr, koin-koin di Como tidak mengembara sejauh itu. Pasalnya, situs penggalian itu dekat dengan Forum Novum Comum—pasar utama di sebuah koloni Romawi yang didirikan oleh Gaius Julius Caesar. Pasar itu dikenal karena beberapa penemuan artefak Romawi besar.

Tahun lalu, 3.187 koin Romawi ditemukan di dekat Trentino, selama penggalian arkeologi.

Koin-koin yang berasal dari akhir abad ketiga sampai awal abad keempat itu berasal dari berbagai macam pembuatan uang di kekaisaran Romawi—termasuk Carthage, Antiokhia, Thessaloniki, Alexandria, Siscia, Lugdunum, Roma, dan Aquileia.

Related

Science 2813425104150549337

Recent

item