Pemahaman Keliru Tentang Mainan Seks yang Perlu Diluruskan


Lazimnya kita memahami mainan seks (sex toys) sebagai alat bantu untuk mencapai kepuasan seksual secara solo. Tapi, ternyata instrumen cinta ini juga dapat membangun keintiman pada hubungan berpasangan. 

Seksolog Zoya Amirin memberi tips soal memelihara hubungan romantis. Lantaran punya sifat dasar sebagai tukang serong, salah satu cara untuk menghindari rasa bosan dalam berelasi adalah memilih pasangan yang sesuai standar visual dan perilaku masing-masing. Kata Zoya, pasangan perlu juga membangkitkan kesadaran berelasi yang setara. 

Perempuan tak bisa sekaligus berperan sebagai pasangan, asisten rumah tangga, dan pengasuh pada saat bersamaan. Begitu juga dengan laki-laki. Rutinitas harian yang terlampau melelahkan bisa berdampak pada menurunnya kualitas hubungan romantis. Maka siapkan waktu khusus untuk “berpacaran” dan mengeksplorasi hobi masing-masing. 

“Harus paham kapan menjadi tim, kapan harus berdiri sendiri. Itu kesadaran yang membantu manusia untuk setia,” kata Zoya. 

Dalam urusan hubungan seksual, pasangan harus bersikap terbuka dalam mengutarakan keinginan, kenyamanan, dan consent. Kelola aktivitas seksual agar hubungan tetap hangat dan intim. Salah satu caranya adalah dengan bereksplorasi hal-hal baru, termasuk menjajal mainan seks. 

Layaknya variasi posisi seks atau pakaian dalam yang bagus, mainan seks adalah bumbu dalam relasi romantis berpasangan. 

“Ibarat makan nasi setiap hari kan bosan juga. Cari lauk yang berbeda bukan dengan orang lain, tapi buat variasi berbeda dengan pasangan resmi,” tutur Zoya. 

Mainan Seks Bukan Pengganti Pasangan 

Beberapa orang punya kekhawatiran ketika pasangannya menggunakan mainan seks. Terdengar sedikit lucu, tapi mereka punya ketakutan peran seksualnya akan tergantikan oleh benda yang terbuat dari karet silikon. Selain itu, mereka juga khawatir kualitas kehidupan seksualnya akan menurun karena terus bergantung pada mainan seks. 

Ketakutan-ketakutan semacam ini cenderung lebih sering menghampiri laki-laki dibanding perempuan. Padahal, seperti analogi Zoya tadi, nasi tidak akan tergantikan oleh lauk. 

Persepsi-persepsi yang keliru ini ditepis oleh Zoya, karena hubungan seksual tak sekadar untuk mendapatkan orgasme. Bagaimana pun mainan seks tidak menawarkan keintiman dan kehangatan seperti pasangan asli. 

Related

Sexology 2078252933229423258

Recent

item