Punya Banyak Barang di Rumah Ternyata Bisa Membuat Stres


Naviri Magazine - Kebanyakan kita ingin menjalani keseharian di rumah dengan perasaan tenteram dan nyaman. Perasaan menyenangkan semacam itu tentu perlu ditunjang suasana rumah yang mendukung, di antaranya bersih, asri, dan terlihat lapang atau tidak penuh sesak.

Jika kita perhatikan, ada rumah yang terlihat lapang padahal ukurannya tak terlalu luas, namun ada pula rumah yang sebenarnya luas tapi tampak penuh sesak. Perbedaannya tidak sekadar pada penataan, tapi juga pada jumlah barang yang ada di dalamnya. Tentu saja, semakin banyak barang tertimbun di rumah, semakin sempit ruangan di dalamnya.

Kondisi banyak barang semacam itu bisa membuat penghuninya stres. Selain harus rajin merawat barang-barang yang ada, banyaknya barang di rumah juga menjadikan ruangan terasa penuh sesak serta tidak nyaman.

Berangkat dari kenyataan itu, peritel perabot rumah tangga, IKEA, meluncurkan katalog untuk memberikan solusi bagaimana kehidupan di rumah dengan segala tantangan, ketegangan, kebutuhan, hingga impian-impian yang ada, dapat diatasi.

Dalam katalog, kita bisa menemukan berbagai inspirasi penataan yang dihadirkan pada tujuh fitur rumah yang ditampilkan di dalamnya. Inspirasi tersebut merupakan solusi dari hasil riset IKEA mengenai kebutuhan orang di seluruh dunia, dan impian-impian mereka terhadap rumah mereka.

Hasil riset menunjukkan, memiliki “barang yang terlalu banyak” merupakan salah satu penyebab stres di rumah.

Di Indonesia, sebanyak 29 persen orang beranggapan bahwa masyarakat mendorong kita untuk hidup secara lebih minimalis. Sementara 60 persen keluarga yang tinggal bersama anaknya mengatakan penyebab utama argumentasi di rumah diakibatkan oleh barang yang berserakan.

Bahkan, ketegangan persepsi antara menyimpan banyak barang versus pola minimalis sering ditemukan di banyak rumah tangga. Dua dari tujuh rumah contoh yang dihadirkan di Katalog IKEA mengeksplorasi kedua jenis tantangan tersebut. 

Eliza Fazia, Country Marketing Manager IKEA Indonesia, mengungkapkan, salah satu rumah yang ditampilkan berfokus pada bagaimana cara mengatur beragam aktivitas dan menyimpan barang-barang kecil kesayangan, sehingga dapat menyampaikan cerita sang pemilik rumah. 

“Sementara rumah lainnya berkonsep minimalis, namun tetap menghadirkan kenyamanan, ketenangan, dan keharmonisan, meski berada di tengah-tengah hiruk pikuk lingkungan kota,” ungkap Eliza dalam keterangan pers.

Katalog IKEA menggambarkan bagaimana kebutuhan dan gaya hidup, yang berbeda di setiap rumah, diakomodir melalui inspirasi penataan ruang dan pilihan produk yang dapat membuat kehidupan sehari-hari menjadi lebih baik.

Related

Psychology 4489207266548871135

Recent

Hot in week

item