Sejarah, Asal Usul, dan Perjalanan Pisang di Dunia


Naviri Magazine - Pisang adalah buah yang sangat terkenal dan mudah ditemukan di mana pun. Di toko-toko buah, di supermarket, swalayan, sampai pasar. Selain mudah ditemukan, pisang juga memiliki harga relatif murah, sehingga menjadi buah yang populer. Sebagian orang, yang memiliki tanah kosong, juga bisa menanam pohon pisang dengan mudah.

Pisang merupakan buah yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Ia makanan bagi berbagai generasi, dari bayi-bayi tanpa gigi, anak-anak muda dan remaja, hingga para jompo yang ompong. Strukturnya lembut, manis, dan mudah dicerna.

Pisang telah melintasi banyak era sejarah. Ia telah bertanggung jawab atas dinamika seluruh pemerintahan, baik saat naik atau turun. Pisang membantu ekonomi negara yang terkepung. Jika diumpamakan sebagai buah-buahan, pisang adalah negara adidaya dunia. Lalu, jika ia seorang bintang pop, tak lain dan tak bukan ia adalah Beyonce.

Dan Koeppel dalam buku Banana: The Fate of the Fruit That Changed the World, menjelaskan bagaimana pisang menemukan ketenarannya. Koeppel menyebut pisang sebagai salah satu organisme yang paling menarik di bumi untuk sejumlah alasan.

Tanaman induk pisang bukanlah pohon, melainkan tanaman herbal, dan buahnya sendiri adalah berry. Perlintasan pisang memiliki kisah imigrasi di baliknya. Pisang berasal dari spesies hutan di Asia Tenggara, kemudian menjadi tanaman buah terbesar, dan tanaman pangan keempat yang paling berharga di dunia (selain gandum, beras, dan susu).

Kisah perjalanan pisang adalah kisah tentang bagaimana manusia terlalu optimis terhadap produksi pangan. Lebih dari makanan industri lainnya seperti daging sapi, telur, atau roti, pisang modern adalah keajaiban biologi, dan karena itu ia memiliki risiko biologis yang luar biasa.

Dari ribuan pisang yang telah berkembang di Bumi, satu-satunya dengan jangkauan global adalah Cavendish, bukan raja atau ratu pisang. Sebagian besar orang dunia mengenal Cavendish seperti halnya pisang biasa, seperti saat Anda membeli pisang di Roma identik dengan salah satu pisang di Rochester. 

Tentu, ini akan menjadi berita menarik untuk Duke William George Spencer Cavendish, orang pertama yang menyebarkan tanaman pisang pada tahun 1834. Ia kemudian memberi tanaman itu nama belakangnya.

Amerika Serikat mengonsumsi 3 juta ton pisang setiap tahun. Angka yang besar untuk sebuah negara yang sangat sedikit memproduksi pisang. Faktanya, AS menempati urutan nomor 92, di atas Samoa, Kiribati, dan Guyana Perancis, sebagai daerah yang menghasilkan kurang dari seperseratus dari satu persen total daftar produsen pisang dunia.

Dominasi global, dikombinasikan dengan pasar konsumen yang kuat, menambah fakta bahwa keberadaan pisang sungguh penuh risiko. Bukan hanya karena dampak perubahan iklim.

"Ada krisis pisang global," CNN melaporkan pada awal tahun ini. BBC menyatakan bahwa Cavendish berisiko mengalami kematian dalam waktu dekat.

Krisis pada pisang disebabkan oleh penyakit Panama, akar jamur menyesakkan dari Taiwan. Jika jamur dapat membunuh satu pisang, maka ia juga dapat membunuh yang lainnya.

Related

History 5472529062705442586

Recent

Hot in week

item