Sejarah dan Asal Usul Bridal Shower di Acara Pernikahan


Naviri Magazine - Sebagian orang Indonesia, khususnya di kota-kota besar, merayakan bridal shower sebelum acara pernikahan. Jadi, bridal shower semacam acara pelepasan masa lajang, dan dalam acara itu si calon mempelai wanita akan dikelilingi teman-teman sesama wanita. 

Acaranya biasanya nonformal—hanya berisi gosip-gosip, saling bercengkerama, makan minum, kadang pula sambil mengerjai si calon mempelai wanita.

Jika dilihat di zaman sekarang, khususnya di Indonesia, bridal shower tampak tak bermanfaat, selain hanya kumpul-kumpul dan tertawa haha-hihi. Padahal, bridal shower sebenarnya memiliki sejarah dan asal usul yang bisa dibilang mulia, khususnya bridal shower yang lahir di Belanda.

Dulu, di Belanda pada abad ke-16, bridal shower muncul sebagai ungkapan welas asih. Seorang perempuan dari keluarga terkemuka tak direstui orangtuanya saat ingin menikah. Si pria berbeda kasta.

Singkat cerita, orangtua perempuan menolak memberi “modal” untuk berumah tangga. Akhirnya, teman-teman calon mempelai membantu mereka dengan memberikan sumbangan untuk pernikahan dan ragam kebutuhan rumah tangga. Itulah asal usul bridal shower yang lahir di Belanda.

Sementara bridal shower yang kini kerap dirayakan di Indonesia tampaknya meniru bridal shower ala Amerika.

Di Amerika Serikat, bridal shower mulai populer di era Victoria akhir, sekitar tahun 1900-an. Para perempuan menengah atas merayakannya dengan bergosip, bertukar hadiah, makan-makan, dan wejangan tentang peran baru sebagai istri. Sebuah payung kertas yang digantungi hadiah-hadiah akan direntangkan di atas kepala calon pengantin, layaknya “mandi di bawah shower.”

Related

History 2172942249704387329

Recent

item