Selain Plastik, Puntung Rokok Ternyata Juga Merusak Lingkungan


Naviri Magazine - Sudah jadi pengetahuan bersama bahwa plastik adalah masalah terbesar di dunia, karena plastik menjadi salah satu sumber perusak alam dan lingkungan. 

Susahnya, plastik digunakan untuk berbagai hal, bahkan manusia sepertinya sulit untuk lepas dari plastik. Dari penggunaan kantong belanja sampai sedotan di warung atau kafe, semuanya menggunakan plastik.

Pada kasus di Inggris saja, ada 23 juta sedotan plastik digunakan dan dibuang setiap hari, hingga akhirnya berakhir mengotori lautan. Karena hal itulah, berbagai pihak terus menyerukan penghematan penggunaan plastik, atau bahka kalau bisa tidak usah menggunakannya sama sekali.

Belakangan, tim peneliti dari San Diego State University mengatakan, puntung rokok yang termasuk filter di dalamnya, lebih mengontaminasi lautan daripada sedotan plastik.

Filter rokok terbuat dari plastik yang disebut selulosa asetat, dan bahan ini membutuhkan waktu setidaknya 10 tahun untuk dapat dekomposisi.

"Sangat jelas tidak ada manfaat kesehatan dari filter rokok. Filter hanyalah alat pemasaran. Dan mereka mempermudah orang untuk merokok. Ini juga merupakan kontaminan utama, dibanding semua sampah plastik," ujar Thomas Novotny, profesor kesehatan masyarakat dari San Dieogo State University, seperti dikutip dari Mirror UK.

Novotny menambahkan, ada sekitar 5,6 triliun rokok dengan filter yang terbuat dari selulosa asetat, diproduksi di seluruh dunia setiap tahun. Sayangnya, sekitar dua pertiga puntung rokok dibuang sembarangan dan tidak bertanggung jawab, yang berakibat merusak lingkungan.

The Ocean Conservancy, kelompok advokasi lingkungan nirlaba yang telah mensponsori pembersihan pantai sejak 1986, mengatakan selama 32 tahun puntung rokok telah menjadi satu-satunya barang yang paling banyak dikumpulkan di pantai di seluruh dunia, dengan total lebih dari 60 juta yang dikumpulkan selama ini.

Jumlah tersebut totalnya sekitar sepertiga dari semua barang yang dikumpulkan. Jika digabungkan, jumlah sampah puntung rokok lebih banyak daripada sampah pembungkus plastik, wadah, tutup botol, peralatan makan, dan botol.

Ketika terurai, limbah dapat menjadi mikroplastik yang mudah dikonsumsi satwa liar. Para peneliti telah menemukan sekitar 70 persen detritus, partikel organik hasil proses penguraian sampah, berada di dalam perut burung laut, dan 30 persen di tubuh penyu.

"Filter yang dibuang biasanya mengandung serat sintetis, dan ratusan bahan kimia yang digunakan untuk mengolah tembakau," jelas Novotny, dalam memperingatkan bahaya puntung rokok terhadap hewan liar.

Namun demikian, Nick Mallos, direktur kampanye Trash Free Seas untuk Ocean Conservancy, mengatakan perlu kajian lebih lanjut untuk mengetahui dan menentukan apa bahaya limbah ini terhadap kesehatan manusia.

Dengan harapan mengubah kondisi ini, kampanye yang disebut "Cigarette Pollution Project" memiliki misi untuk melarang penggunaan filter rokok. Selain itu, kampanye ini juga meminta industri rokok mencari solusi dari pencemaran lingkungan.

Related

Science 9048733003977786076

Recent

Hot in week

item