Ainun Najib Buka Suara Usai Diminta Jokowi Pulang Kampung ke RI


Praktisi teknologi informasi (IT) dan kader muda Nahdlatul Ulama Ainun Najib mengaku bingung saat ditanya soal 'ajakan' Presiden Joko Widodo kembali ke Indonesia untuk membangun ekosistem digital andal di dalam negeri.

Ia mengaku hingga saat ini sama sekali belum ada pendekatan resmi dari pihak mana pun yang datang kepadanya.

"Belum tahu mesti merespons bagaimana, belum ada approach (pendekatan) resmi yang datang juga," kata Ainun dalam keterangannya.

Nama Ainun Najib belakangan ini ramai diperbincangkan setelah disinggung oleh oleh Jokowi dalam acara Pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2022-2027 di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin (31/1) lalu.

Jokowi mengaku sudah mengenal Ainun Najib yang kini bekerja di Singapura. Jokowi berharap agar Ainun kembali ke Indonesia untuk membangun ekosistem digital RI.

Presiden mengatakan Ainun saat ini memiliki gaji tinggi di Singapura. Hal ini menjadi tugas kiai untuk mengajak Ainun pulang agar mau membangun ekosistem digital tersebut.

"Tapi di sana gajinya sangat tinggi sekali. Jadi, kalau diajak ke sini harus bisa digaji lebih dari yang di Singapura. Ini tugasnya nanti Pak Kiai, kalau beliau yang ngendiko, digaji berapa pun, bismillah pasti mau," katanya.

Senada, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Fahrur Rozi mendukung pernyataan Jokowi yang mengajak Ainun Najib pulang dari luar negeri. Fahrur mengatakan saatnya para anak muda Nahdliyyin membangun bangsa.

"Saya kira anak-anak muda pintar-pintar itu sudah saatnya pulang, membangun teknologi tinggi di Indonesia, dan akan memajukan Indonesia. Saya kira harus disambut baik itu," kata Fahrur.

Related

News 6636928091747000940

Recent

item