Cara Kopi Dibuat dan Disajikan Mempengaruhi Efek Pada Kesehatan


Cara kopi ditanam, diseduh, dan disajikan, semuanya dapat mempengaruhi senyawa yang dikandung di dalam kopi Anda. Oleh karena itu, muncullah manfaat kesehatan yang dapat Anda lihat.

Pertama, kondisi pertumbuhan tanaman kopi dapat mempengaruhi kandungan kafein dan asam klorogenat dalam kopi. Misalnya, kopi yang ditanam di dataran tinggi akan memiliki kandungan kafein dan asam klorogenat yang lebih rendah. 

Kedua jenis biji kopi, arabika dan robusta, terbukti memiliki kadar kafein, asam klorogenat, dan trigonelin yang berbeda. Meski tidak ada jenis yang terbukti lebih bermanfaat bagi kesehatan.

Pemrosesan juga akan mempengaruhi komposisi kimia kopi. Misalnya, beberapa kopi tidak mengandung kafein. Proses ini biasanya dilakukan sebelum pemanggangan, dan tergantung proses metode penghilangan kafein, senyawa lain dapat terpengaruhi. Misalnya, tingkat kecil asam klorogenat dapat hilang selama proses dekafeinasi.

Perihal sejauh mana kopi dipanggang juga cukup menentukan. Semakin panas pemanggangannya, semakin banyak melanoidin yang terbentuk. Tapi kondisi ini menurunkan kandungan asam klorogenat dan trigonelin.

Di Inggris, kopi instan adalah jenis kopi yang paling umum dikonsumsi. Kopi ini biasanya dibekukan dan kering. Penelitian menunjukkan bahwa kopi instan mengandung tingkat melanoidin yang lebih tinggi per porsi dibandingkan dengan kopi saring dan espresso. 

Cara Anda menyiapkan kopi juga akan mempengaruhi komposisi kimianya. Misalnya, kopi rebus mengandung tingkat diterpen yang lebih tinggi dibandingkan dengan kopi saring. Faktor lain – seperti jumlah biji kopi yang digunakan, bagaimana halusnya ia digiling, suhu air, dan ukuran cangkir – juga akan mempengaruhi komposisi kimia kopi.

Related

Health 6348432442953690118

Recent

Hot in week

item