Gejala Omicron Pada Orang yang Sudah Divaksin dan Belum Divaksin



Melonjaknya kasus positif Covid-19 membuat masyarakat diimbau untuk segera vaksinasi, khususnya booster, untuk melindungi dari varian Omicron. Penelitian menunjukkan orang yang sudah divaksin lengkap cenderung lebih aman dari serangan penyakit parah.

Pakar juga mengatakan orang yang sudah mendapat vaksin Covid-19 memiliki respons kekebalan yang lebih baik terhadap virus dibandingkan yang belum. Seiring merebaknya varian Omicron, semakin penting untuk mendapat suntikan vaksin dosis ketiga atau booster. 

Meskipun sebagian besar kasus Omicron sejauh ini ringan, orang yang belum vaksinasi tetap berisiko terkena penyakit parah atau rawat inap di rumah sakit.

Pada suatu waktu, ketika sebagian besar orang sudah vaksinasi, infeksi terobosan bisa terjadi bahkan ketika yang telah menerima satu atau dua dosis vaksin tertular Covid-19. Bahkan, orang dapat terinfeksi meskipun sudah mendapat suntikan booster. 

Selama gelombang kedua dan ketiga, baik yang divaksin maupun yang tidak terkena dampak Covid-19. Namun, data mengungkapkan persentase yang lebih tinggi dari pasien yang sakit parah terdiri dari orang yang tidak vaksinasi.

Ketika varian Omicron merebak di masyarakat, gejala dapat bervariasi untuk yang divaksinasi dan tidak, terutama dalam hal tingkat keparahan. Berdasarkan laporan yang dilansir dari Times of India, gejala Omicron antara lain sakit kepala, pilek, nyeri sendi, sakit tenggorokan, yang dilaporkan orang yang divaksin lengkap.

Sementara itu, gejala yang lebih parah seperti kesulitan bernapas atau sesak napas bisa timbul jika tidak vaksinasi. Menurut Dr. Peter Chin-Hong, spesialis penyakit menular di Universitas California, San Francisco, orang yang sudah divaksin cenderung mengalami gejala Omicron untuk jangka waktu yang lebih singkat.

"Orang yang divaksin lengkap akan memiliki gejala selama 1-2 hari. Adapun orang yang tidak vaksinasi mungkin menunjukkan gejala selama lima hari atau lebih," kata Chin-Hong.

Studi awal telah menunjukkan gejala Omicron sangat ringan. Sakit kepala, demam ringan, tenggorokan gatal, nyeri tubuh ekstrem, keringat malam, muntah, dan kehilangan nafsu makan merupakan beberapa gejala varian ini yang paling sering dilaporkan pasien. 

Sementara itu, gejala varian Delta antara lain batuk terus-menerus, kehilangan penciuman dan rasa (anosmia), serta demam tinggi, justru lebih jarang terjadi pada pasien Omicron.

Naik turunnya kasus positif Covid-19 telah berlangsung sejak awal pandemi. Namun, satu hal yang paling konsisten tentang virus corona yaitu ketidakpastiannya. Varian baru yang muncul terus mendatangkan banyak malapetaka dan berkurangnya kekebalan telah menjadi sumber perhatian utama para ahli kesehatan.

Jika sudah divaksin lengkap, segera daftarkan diri untuk mendapat booster. Selain itu, jangan lupa untuk tetap pakai masker, jaga jarak, dan selalu menerapkan protokol kesehatan di mana pun berada.

Related

Health 2251972783191413447

Recent

item