Ironis, Harga iPhone Selangit tapi Pabriknya Penuh Penyakit


Tutupnya pabrik Foxconn perakit iPhone di India ternyata menyimpan banyak masalah besar, yaitu buruknya kondisi kehidupan para buruh Foxconn perakit iPhone.

Pabrik Foxconn yang dimaksud berlokasi di Selatan India itu, tepatnya di kota Chennai, berhenti beroperasi setelah ratusan buruhnya masuk rumah sakit akibat keracunan makanan, yang kemudian memicu aksi demonstrasi dari buruh lain yang tak keracunan makanan.

Dalam investigasi yang dilakukan Reuters, terungkap kalau kondisi kehidupan buruh di pabrik tersebut sangat mengenaskan. Para buruh wanita yang bekerja di sana harus tinggal di asrama tanpa toilet yang bisa disiram, juga makanan yang terkadang sudah dipenuhi belatung.

Dalam investigasi tersebut Reuters berbicara ke enam wanita yang bekerja di pabrik perakit iPhone tersebut. Semuanya meminta namanya tak disebutkan karena takut akan keselamatannya.

Di kamar asramanya, para buruh wanita itu tidur di lantai, di mana satu kamar berisi enam sampai 30 orang. Lalu buruh yang lain menyebut mereka tinggal di penginapan yang toiletnya tak mendapat pasokan air bersih.

"Orang-orang yang tinggal di penginapan selalu sakit, baik itu alergi kulit, sakit dada, dan keracunan makanan," ujar seorang pegawai lain, seorang wanita berusia 21 tahun yang akhirnya berhenti bekerja di pabrik Foxconn setelah demonstrasi.

"Awalnya kami tak terlalu mempermasalahkan, karena kami menganggap ini nantinya akan diperbaiki. Namun kini berdampak ke banyak orang," tambahnya.

Apple dan Foxconn pun terlihat sudah bergerak utnuk menyelidiki masalah ini, dan mereka menemukan kalau asrama dan ruang makan yang dipakai oleh para buruh pabrik tersebut memang tak memenuhi standar.

"Kami menemukan beberapa akomodasi asrama dan ruang makan yang dipakai oleh buruh tidak memenuhi persyaratan dan kami sedang mengusahakan dengan pemasok untuk memastikan perbaikannya akan segera diimplementasikan," ujar juru bicara Apple.

Apple sendiri mengubah status pabrik tersebut menjadi 'uji coba' dan mereka menjanjikan akan menerapkan standar ketat yang harus dipenuhi sebelum pabrik tersebut bisa dibuka kembali.

Related

International 5903830859616218680

Recent

item