Kisah Knight Templar dalam Perang Salib: Siapa Sebenarnya Mereka?


Naviri Magazine - “The Knight Templars (’Ksatria Haikal’)” yang terkenal di dunia Barat, yang menjadi pelopor dan inti tentara Salib, dibangun oleh anggota-anggota Majelis Kuasa Rahasia Qabala di Eropa yang umumnya terdiri dari orang-orang Yahudi. 

Tujuan mereka ialah membangun kembali Haikal Sulaiman, dan menghidupkan kembali kcpercayaan Qabala di Palestina. Untuk tujuan itu, mereka memprovokasi Paus Urbanus untuk “membebaskan Tanah Suci Jerusalem” dari tangan ‘kaum kafir muslim penyembah berhala’.

Beribu-ribu kaum Nasrani yang tertipu berangkat ke Jerusalem untuk menjalankan “perang suci” itu, yang lebih dikenal dalam sejarah dengan nama Perang Salib. Karena kaum muslimin mempercayai Tuhan Yang Maha Esa, dan memuliakan juga Nabi Isa a.s., maka mereka menganggap kaum muslimin sebagai penghalang utama ajaran syirik mereka yang menyembah Lucifer.

Para prajurit Salib yang didukung oleh sejumlah raja-raja Eropa berhasil merebut Jerusalem dari tangan kaum muslimin pada tahun 1099. Tatkala Jerusalem jatuh, terjadilah pembantaian, bukan saja terhadap kaum muslimin, tetapi juga terhadap ummat Kristen Timur. Menurut catatan Encyclopaedia Britanica, selama pembantaian itu masjid Umar digenangi oleh darah kaum muslimin setinggi mata-kaki. 

Pemimpin pertama ‘Knight Templars’ bemama Codei Froi de Bouillar, yang menjadi raja Kristen Qabalis pertama di Jerusalem pada tahun 1099. Dua dasawarsa kemudian, ‘ksatria haikal’ Qabalis menjadi kekuatan yang paling ditakuti dan disegani di Eropa, dengan harta kekayaan yang mereka rampok dari Palestina. 

Selama abad ke-l2 dan ke-13, ‘ksatria haikal’ menyebarkan kepercayaan Qabala mereka ke seluruh Eropa melalui jalan infiltrasi politik, sosial, dan kelompok-kelompok gereja.

Barulah pada awal abad ke-13, bangsa-bangsa Eropa menyadari kejahatan para ‘ksatria haikal’ Yahudi tersebut, dan akhirnya memutuskan untuk menyapu bersih mereka. Pada 1307, Kaisar Perancis, Phillipe IV, dengan dukungan Paus Clementus V, menangkap dan memenjarakan Jacques de Molay, pemimpin tertinggi ‘ksatria haikal’ dan sebagian besar anggotanya. 

Paus Clementus V mengeluarkan sebuah dekrit yang menyatakan ‘ksatria haikal’ sebagai kelompok Anti-Kristus. Atas dasar dekrit tersebut, Molay dan para pengikutnya dijatuhi hukuman dibakar di kayu sula pada 1307.

Beberapa tokoh ‘ksatria haikal’, yang berhasil lolos, bersumpah untuk menghancurkan gereja, para raja, dan rahib. 

Beberapa orang di antara mereka berhasil menyelamatkan diri ke Skotlandia, dan di sana mendirikan ‘the Scottish Rites” (Freemasons sekte Skot), dan beberapa lagi ke kerajaan-kerajaan Jerman, dan bergabung ke dalam organisasi ‘Illuminati’ Bavaria yang dipimpin oleh Adam Weishaupt, suatu cabang Qabala di Eropa. 

Setelah ‘Illuminati’ dinyatakan terlarang di Bavaria, mereka menyusup dan berhasil menguasai organisasi rahasia kaum Protestan ‘Freemasonry’, yang dipimpin Friederich yang Agung, raja Prussia.

Related

History 6821721710240251896

Recent

Hot in week

item