Mengenal Omicron Varian Siluman, Gejala Ringan tapi Sangat Berbahaya


Omicron siluman atau Omicron varian BA.2 masih mendominasi kasus positif Covid-19 di berbagai negara. WHO menyatakan Omicron siluman BA.2 menunjukkan sifat lebih infeksius dibandingkan varian lainnya. 

Secara genetik, varian Omicron BA.1 dan BA.2 memiliki urutan yang berbeda. Walaupun begitu, menurut laporan dari berbagai negara, gejala Omicron siluman ini tidak berbeda dari varian Omicron biasa. 

Gejala Omicron pada dewasa masih didominasi oleh sakit tenggorokan, batuk, pilek, sakit kepala, dan badan pegal-pegal. Gejala Omicron tetap menunjukkan gejala yang ringan. Namun, bukan berarti virus ini tidak berbahaya. 

Virus Omicron siluman sangat berbahaya dan sangat menular. Varian Omicron siluman mampu membuat lonjakan kasus di berbagai negara terus meningkat. 

Dilansir dari NPR, Omicron siluman memang membuat data seolah terjadi perlambatan kenaikan kasus. Namun, para ahli di Amerika Serikat menduga, justru varian Omicron siluman ini akan meningkatkan kebutuhan orang terhadap respirator dan angka kematian akan kembali meningkat. 

Siapa yang rentan terkena Omicron siluman? 

Infeksi Omicron siluman bisa menyerang siapa saja, bahkan orang yang sudah mendapatkan vaksin lengkap. 

Namun, data menunjukkan bahwa orang yang sudah mendapatkan dosis vaksin lengkap hanya mengalami gejala ringan saja, dibandingkan orang yang belum atau baru satu kali vaksin. 

Omicron memiliki kemampuan menyerang orang yang telah mendapatkan vaksin. Namun, Omicron siluman memiliki kemampuan yang lebih baik untuk menembus sistem imun. 

Selain itu, WHO juga menambahkan bahwa orang yang sudah terkena Omicron BA.1 juga tetap bisa terkena reinfeksi. WHO meyakini bahwa orang yang sudah terkena Omicron BA.1 memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik terhadap infeksi subvarian Omicron siluman. 

Related

Health 4713546566256556850

Recent

item