Punya Mobil, Rumah Mewah, dan Harta Hingga Miliaran, Inilah 5 Pengemis Terkaya di Indonesia


Sulitnya mencari pekerjaan di Indonesia membuat banyak orang menghalalkan segala cara untuk mencari uang. Mulai dari memulung, mengamen, hingga mengemis.

Belakangan ini aksi komplotan pengemis di Kotawaringin Timur, Kalimantan tengah yang meraup uang hingga puluhan juta rupiah terbongkar. Sindikat peminta-minta dengan belas kasihan tersebut diketahui adalah sebuah keluarga besar dan mengeksploitasi belasan anaknya untuk mengemis. 

Menanggapi hal tersebut, Kabid Perundang-Undangan Satpol PP Kotim, Sugeng Rianto mengatakan, total satu keluarga tersebut mempunyai 12 orang anak yang diduga semua disuruh mengemis. 

Rianto juga mengatakan, penghasilan tiap anak setidaknya Rp200.000 per orang dalam sehari. Wow! 

"Jadi kalau dihitung diestimasi saja, dia menurunkan anak lima saja Rp1 juta satu hari. Kalau dikalikan dalam satu bulan bisa Rp30 juta itu kalau diambil rata-rata," ungkapnya. 

Dari penelusuran Satpol PP, keluarga tersebut memiliki rumah yang cukup besar dengan tembok, sebuah mobil, dan dua buah sepeda motor yaitu motor Yamaha Fino serta Honda Lexi. 

Sebenarnya kasus temuan pengemis dengan harta jutaan hingga miliaran bukan pertama kalinya terjadi di Indonesia. Berikut ini daftar pengemis yang saat tertangkap ternyata kaya raya atas pekerjaannya tersebut. 

1. Legiman 

Menekuni profesi pengemis ternyata bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah yang nggak tanggung-tanggung. Mulai dari jutaan hingga miliar rupiah. Itulah yang terjadi pada sosok Legiman. 

Pria paruh baya tersebut saat terjaring razia Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pati, Jawa Tengah, ternyata diketahui memiliki harta lebih dari satu miliar. Harta satu miliar tersebut berupa aset rumah senilai Rp250 juta, tanah senilai Rp275 juta, dan tabungan di bank sejumlah Rp900 juta.

Dalam satu hari, penghasilan rata-rata Legiman dalam waktu sehari bisa mencapai hampir Rp1 juta. 

2. Muklis

Pengemis lainnya yang diketahui memiliki harta berlimpah adalah Muklis. Hal itu diketahui setelah dirinya terjaring dalam razia penertiban Suku Dinas Sosial DKI Jakarta. 

Muklis pria 64 tahun, saat itu diketahui sering mengemis di bawah fly over Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. 

Ketika terjaring, petugas menemukan Muklis membawa uang tunai bernilai puluhan juta rupiah di kantong celana dan barang bawaannya. Selama mengemis di Jakarta, Muklis selalu menukarkan uangnya di bank jika mencapai angka Rp1 juta. 

Menurut rencana, Muklis hendak mengumpulkan uang mencapai Rp150 juta, baru memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di Padang, Sumatera Barat.

3. Pengemis disabilitas berisial T 

Pendapatan pengemis di Malang, Jawa Timur ini dalam sebulan bisa dibilang fantastis karena melebihi gaji UMR Kota-Kota yang ada di Indonesia. Bagaimana tidak, seorang pengemis disabilitas berinsial T asal Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang ini rata-rata mencapai Rp18 juta per bulan. 

Pengemis T ini sehari-hari beraktivitas makan dan minum dengan menggunakan kaki. Ia mangkal di depan Pom Bensin di Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Batu, Jawa Timur. Dari hasil meminta-minta ia mampu membangun rumah dan membeli sepeda motor. 

T mengaku Kota Batu adalah lahan yang basah baginya untuk meminta-minta. Dari hasil mengemis, ia memperoleh uang yang cukup besar. Setiap hari, T mampu memperoleh pendapatan Rp600.000. Jadi setiap bulan, rata-rata ia mendapat Rp18 juta.

4. Siswari

Siswari, perempuan asal Semarang, Jawa Tengah ini profesinya tidak hanya sebagai pengemis, akan tetapi juga sebagai pengamen. Namun siapa sangka bahwa Siswari memiliki uang deposito sebesar Rp140 juta dan uang tabungan di bank senilai Rp16 juta. 

Nggak cuma itu aja, ketika dijaring, di tasnya terdapat tiga surat BPKB kendaraan roda dua, sertifikat tanah seluas 105 meter persegi dan uang tunai sebesar Rp400.000. 

Ibu tiga anak ini juga bercerita kalau anak-anaknya sudah besar, dan mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

5. Walang bin Kilon dan Sa'aran bin Satiman

Pemberitaan mengenai pengemis Walang bin Kilon (54) dan Sa'aran bin Satiman (70) yang terjaring razia sempat heboh pada 2013 lalu. Pengemis asal Subang itu saat terjaring di perempatan Pancoran oleh petugas Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, kedapatan membawa uang tunai Rp25 juta. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Ucu Rahayu mengatakan, dari hasil penelusuran pihak panti, Walang dan Sa'aran memberikan informasi berbeda terkait uang jutaan yang ditemui petugas. Keduanya pun menceritakan dengan berbagai versi. 

"Pihak panti menggali informasi mengenai uang Rp25 juta yang berbeda-beda. Pak Walang bilang uang tersebut dari hasil penjualan sapi dan kambing di kampungnya dan juga sebagian lagi dari hasil mengemis, sementara Pak Sa'aran mengaku uangnya hasil mengemis selama 15 hari," kata Ucu. 

Related

Indonesia 615867220145444452

Recent

item