Sejarah Pembantaian, Kelaparan, dan Kanibalisme di Uni Soviet


Naviri Magazine - Pada tahun 1932-1933, Uni Soviet melakukan genosida terhadap bangsa Ukraina secara sistemastis, dengan menutup jalur pasokan makanan, mengambil hasil tani dan ternak dari masyarakat Ukraina, sehingga menyebabkan bencana kelaparan massal.

Semua bermula pada tahun 1917. Saat itu, Revolusi Bolshevik mengangkat semangat Marxisme, yang melahirkan tokoh-tokoh seperti Lenin, Trotsky, dan Stalin. Revolusi ini mebawa perubahan besar dalam kehidupan sosial. Para petani tidak lagi mempunyai tanah, karena tanah mereka diambil alih negara. Segala yang dihasilkan di tanah itu harus untuk kepentingan negara. 

Pada tahun 1927, persediaan pangan negara turun drastis. Stalin mengumpulkan anak-anak muda dari seluruh negeri untuk dijadikan ”food collector”. Mereka ditugaskan merampas secara paksa hasil pertanian rakyat. 

Pada masa itu, Stalin melakukan 3 macam perlakuan terhadap para petani, sebagai berikut: 1) “Hilangkan” petani pembangkang secepatnya; 2) Masukkan ke dalam kamp kerja paksa; dan 3) Pindahkan ke daerah liar, Siberia dan Asia.

Sekitar 1 juta orang dideportasi dalam peristiwa itu, sementara ribuan lainnya ditembak.

Para petani pun berusaha melawan. Mereka menghancurkan hasil panennya sendiri, dan membantai 26 juta sapi serta 15 juta kuda, daripada jatuh ke tangan Bolsheviks. 

Merasa persediaan pangan negara belum cukup, Stalin lalu “melirik” Ukraina dan penduduk sekitarnya. Mereka dijadikan tumbal. Pada 1932, Fred Beal menemukan satu desa dekat Kharkov-Ukraina, dan hanya ada 1 orang yang masih hidup, sisanya menjadi bangkai. 

Pada saat itu, kanibalisme umum terjadi. Di kota Poltava, Andriy Melezhyk menemukan seember rebusan hati, jantung, dan paru-paru manusia. Untuk mendapat makanan, beberapa wanita menawarkan seks kepada petugas komunis. 

Tapi karena Uni Soviet saat itu merupakan sekutu AS, negara-negara lain pun menutup mata. 

Related

History 3840908520065333246

Recent

item