Wanita Perlu Hati-hati Saat Memilih Pria yang Akan Menjadi Suami


Setiap hari terdengar cerita istri-istri yang terluka hatinya karena ulah suaminya. Suami yang melakukan KDRT, suami yang selingkuh, suami yang pelit, dan beragam cerita lainnya. 

Mungkin ada benarnya jika para orangtua meminta kita untuk melihat bibit, bebet dan bobot seseorang ketika akan menikah. Namun yang lebih penting dari itu adalah penjagaan Allah SWT yang terus menerus kita pinta dalam bait-bait doa.

Siapa yang tidak ingin memiliki suami tampan, cerdas, kaya, dan baik hati. Namun jangan lalu merendahkan standar keimanan laki-laki yang akan kita pilih sebagai suami. Karena tujuan pernikahan tidak terbatas hanya pada tujuan duniawi. Pernikahan itu hingga ke surga, insya Allah.

Pernikahan adalah ibadah. Dalam ibadah itu, muslimah memegang peran penting dalam mendampingi suami. Bagaimana jadinya jika suami yang kita dampingi memiliki perangai yang buruk, hati yang kasar, perkataannya menyakiti, dan tidak ada iman di dalam hatinya. Kesengsaraanlah jadinya.

Tetapkanlah iman sebagai standar dalam pilihan pasangan hidup. Suamilah yang akan memimpin keluarga. Ia harus beriman dan berakhlak baik. 

Dari Abu Hurairah RA., Rasulullah SAW bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik perlakuannya kepada istrinya (perempuan).” (HR. Tirmidzi)

Maka, muslimah, berhati-hatilah dalam memilih suami yang akan kau berikan ketaatanmu padanya. Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya’ berkata, “Berhati-hatilah dalam menjaga hak anak perempuan. Sebab melalui pernikahan, dia akan menjadi budak yang tak gampang bisa lepas, sedangkan suaminya bisa bebas mentalaknya kapan saja ia suka.”

Related

Relationship 7522700382168986486

Recent

item