5 Fakta Kematian Soeharto yang Masih Jarang Diketahui


Kisah Presiden Soeharto tak pernah habis untuk dibahas, tak hanya kisah kekuasaannya saja tapi juga keluarganya.

Sebagai Presiden Republik Indonesia kedua dengan jabatan 32 tahun, ia memiliki berbagai kenangan yang tersimpan sejak lama. Tak ayal jika ia juga dijuluki sebagai Bapak Pembangunan di Indonesia, karena keberhasilannya membangun negara menjadi salah satu kekuatan ekonomi di Asia.

Setelah menyatakan mundur sebagai Presiden pada 1998 silam, kesehatan Presiden Soeharto mengalami pasang surut. Sebelum wafat, ia bahkan berkali-kali keluar masuk rumah sakit dalam rentang sembilan tahun lamanya.

Ada beberapa fakta kematian Soeharto yang banyak orang belum tahu pada saat terakhir sebelum mangkat. Dilansir dari MiNews.id, ada lima fakta unik mengenai kematian Soeharto: 

1. Menceritakan Mimpi Aneh 

Saat dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Presiden ke-2 RI ini menceritakan sebuah mimpi aneh yang dialami sebelum tutup usia.

Soeharto terbangun dari tidur sore karena bermimpi menonton gamelan yang sangat ramai. Namun, anehnya, seluruh penyanyi dan pemain gamelan tersebut adalah orang sunda. Karena faktor tersebut, seluruh keluarga Soeharto tertawa saat ia menceritakan mimpi ini.

2. Permintaan dan Kata-Kata Terakhir 

Makan pizza dan foto bersama anaknya merupakan permintaan terakhir Presiden Soeharto sebelum tutup usia.

Ia juga mengucapkan kata-kata terakhir, “Teruskan apa yang sudah Bapak lakukan, membantu masyarakat yang membutuhkan uluran tangan kita. Jaga baik-baik yayasan yang Bapak bentuk. Manfaatkan sebanyak-banyaknya untuk membantu masyarakat.”

3. Makam Mistis 

Penjaga makam keluarga Astana Giribangun milik Presiden Soeharto menjelaskan kesakralan mitos makam Soeharto.

Menurutnya, ada beberapa hal mistis yang terjadi sebelum menggali pemakaman, suasana kala itu sangat redup, tak ada awan, ditambah hembusan angin yang pelan. 

Ia menyebutkan beberapa bulan sebelum kematian Soeharto, terjadi tanah longsor mendadak, di bawah Perbukitan Astana Giribangun saat cuaca sedang tidak buruk.

4. Menderita Berbagai Penyakit 

Soeharto mengalami penyakit stroke ringan pada tahun 1999. Ini merupakan gejala awal sebelum berbagai penyakit lainnya menggerogoti tubuh Soeharto yang berujung pada kematian, seperti usus buntu, pendarahan usus, kesulitan komunikasi verbal hingga sesak nafas dan harus menggunakan pacu jantung.

Soeharto tercatat berkali-kali keluar masuk rumah sakit pasca stroke ringan pada 1999 silam.

5. Tegangnya Dokter yang Tangani Soeharto 

Tim Dokter Kepresidenan menyebutkan telah berjuang selama 24 hari sampai akhirnya pasrah dengan kematian mantan orang nomor satu di Indonesia ini.

Sabtu Malam 26 Januari 2008, kondisi Soeharto stabil, suplai oksigen dari alat bantu pernapasan 30 persen, dan tekanan darah normal.

Pada hari kemudian, dokter berkata kesehatannya memburuk. Tekanan darah turun drastis sehingga diberi obat-obatan. Batang otak sudah tidak mampu merespons, sampai tim dokter terus berusaha untuk menolong Presiden Soeharto. 

Tim Dokter yang berjumlah 36 orang saat itu bekerja di bawah tekanan saat menjalankan perawatan.

“Kami semua takut salah karena yang ditangani adalah mantan presiden. Apalagi media menyorot setiap tindakan yang kami lakukan,” kata Munawar, salah satu Tim Dokter Kepresidenan.

Itulah beberapa hal menarik mengenai kematian Soeharto yang banyak orang belum ketahui.

Related

Indonesia 8255103918682832962

Recent

item