Dikenal sebagai Mahasiswi Undip yang Penuh Sensasi, Rekan Sekampus Ungkap Keseharian Dea OnlyFans


Usai ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pornografi, nama Dea OnlyFans jadi peringkat pertama pada pencarian media sosial Twitter.  

Dea Onlyfans ditangkap di Malang, Jawa Timur pada Kamis (24/3) malam. Dea menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. 

Adapun Dea Onlyfans merupakan salah satu content creator yang belakangan viral di media sosial. Dia mengunggah foto dan videonya di akun Onlyfans. Dari akun Onlyfans itu, Dea mengaku mendapatkan uang yang cukup banyak.  

Konten kreator bernama asli Gusti Ayu Dewanti mencuat setelah ditangkap petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Metro Jaya.  

Di laman PD Dikti (pusat data perguruan tinggi), nama Gusti Ayu Dewanti tercatat sebagai mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Dea masih tercatat aktif sebagai mahasiswa Program Studi (Prodi) Antropologi Sosial Fakultas Ilmu Budaya Undip.  

Status kemahasiswaannya saat ini belum lulus. Dea masuk bangku kuliah pada semester ganjil 2017 silam.  

Dea dikenal teman-temannya satu kampus sebagai orang penuh sensasi. Ketika bersinggungan dengannya maka akan berujung permasalahan. 

“Iya, anak ini emang problematik,” kata seorang mahasiswa Undip yang enggan disebut namanya. 

Dia mengaku tak mau dekat alias menjaga jarak dengan Dea saat kuliah, meski satu angkatan 2017 dan sesama prodi. Menurutnya, tidak hanya dirinya yang berusaha menghindar dengan Dea, tetapi tak sedikit dari mahasiswa lainnya yang melakukan hal serupa. 

“Sejujurnya, dari dulu gua emang menghindar dari dia,” tutur mahasiswi asal Kota Metropolitan tersebut. 

Mahasiswi semester akhir ini tidak menyadari aksi Dea memproduksi konten-konten di platfrom OnlyFans. Dia mengaku telah lama tidak melihat sosok Dea berada di dalam kampus, baik kuliah maupun proses menyelesaikan tugas akhirnya.  

“Baru tahu banyak yang bahas di Twitter,” imbuhnya. 

Rizki, Mahasiswa Undip semester 6 berkomentar lain. Meskipun tak mengetahui sosok Dea, Rizki meminta polisi harus benar-benar adil memeriksa setelah menangkap kakak kelasnya itu. 

Dia beranggapan, Dea tidak bersalah lantaran berbagi di platform premium khusus dewasa yang tak mudah diakses semua orang. Justru, lanjutnya, yang membagikan konten milik Dea adalah orang lain. 

“Terlepas dia anak Undip, sebenarnya kesalahannya di mana, harus transparan,” jelasnya.  

Kendati demikian, Rizki mengatakan Dea harus menanggung perbuatannya bila terbukti menyalahi undang-undang yang berlaku di Indonesia.   

“Saya kira dia sudah dewasa, tahu mana yang benar dan yang salah,” katanya. 

Ngaku Suka Foto Seksi

Dea OnlyFans menggeluti aktivitas sebagai konten kreator sejak 2020. Ia sudah melakoni kegiatan tersebut selama dua tahun. Tepatnya, sejak pandemi melanda Indonesia. 

Dea OnlyFans mengaku, awalnya hanya iseng mengunggah foto seksinya. Tak disangka, banyak respons dari pengguna Onlyfans. Dari situ, ia kemudian mulai rutin mengunggah foto vulgar di platform berbayar itu. 

Gusti Ayu Dewati alias Dea OnlyFans sudah punya penghasilan dari foto seksinya yang dipamerkan di platform OnlyFans. Rata-rata, ia mendapatkan sekitar Rp 14 juta per bulan. 

Mesk demikian, uang saku yang diberikan ibunya lebih besar ketimbang penghasilannya di OnlyFans. 

"Jujur aja, aku masih dapat uang saku dari mama, dan masih lebih banyak uang sakuku daripada dari OnlyFans,” kata Dea, saat menjadi bintang tamu podcast Deddy Corbuzier. 

Kepada Deddy, Dea mengaku gemar foto dengan pakaian yang seksi-seksi. Lantaran ia senang menjadi perhatian orang-orang. 

Related

News 7239774835627289270

Recent

Hot in week

item