Fakta Mengejutkan dari Kasus Pembunuhan Akseyna: Cuitan Dosen UI dan Dimutasinya Kapolres


Kasus pembunuhan Akseyna Ahad Dori, mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Indonesia, masih menjadi misteri sampai saat ini. 

Tepat tujuh tahun lalu, 26 Maret 2015, jenazah Akseyna Ahad Dori ditemukan mengambang di Danau Kenangan, Universitas Indonesia. Namun kasus pembunuhan mahasiswa jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UI itu hingga kini belum terungkap.

Padahal begitu banyak fakta mengejutkan dari kasus tersebut yang jarang diketahui publik. 

Pihak keluarga pun membuat unggahan di Instagram @peduliakseynaui yang meminta masyarakat turut memberikan keterangan. 

Tak hanya itu, pihak keluarga membuat sebuah unggahan tentang perjalanan panjang kasus Akseyna atau yang akrab dipanggil Ace sejak 2015 hingga saat ini. Dari unggahan tersebut, banyak fakta mengejutkan yang jarang diketahui publik. Berikut di antaranya. 

1. Kejanggalan kesaksian dan sifat penjaga kos tentang Akseyna

Setelah beberapa hari dihubungi dan tak ada kabar, Om dan Tante Akseyna mengunjungi kosnya atas permintaan orang tua. Namun Ace tak ada, dan penjaga kos tak memberikan kunci kamar kos Ace ke tantenya. Padahal, setelah kejadian, banyak teman Ace bisa masuk ke kamar Ace dan memeriksa barangnya, saat Ace tak ada di kamarnya.    

Saat itu, Om dan Tante Ace menanyakan keberadaan Ace, penjaga kos menjelaskan ia masih bertemu Ace di kos pada hari Jumat, 27 Maret 2015. 

Padahal mayat Ace ditemukan di Danau UI sehari sebelumnya, meski saat itu belum ada identifikasi resmi sosok mayat tersebut. Namun ketika resmi diumumkan bahwa korban adalah Ace, hal itu membuat pernyataan penjaga kos sedikit janggal.

2. Kesalahan informasi soal penemuan surat wasiat Ace

30 Maret 2015. Ayah Ace menuju Jakarta untuk mencari keberadaan sang anak. Saat mengunjungi Jurusan Biologi Fakultas MIPA, ada salah satu teman Ace memberikan sebuah surat yang disebut ditemukan saat menginap di kosan Ace.

Ayah Ace kemudian menyerahkan surat itu kepada polisi. Hal ini membantah berita di media massa bila surat itu ditemukan tertancap di dinding kamar dan dipaku.

Menjelang magrib, jasad Ace berhasil diidentifikasi setelah sang ayah terbang dari Jogja dan mengunjungi polisi. 

4. Seorang grafolog menyebutkan surat itu ditulis dua orang

Jumat, 22 Mei 2015. Informasi ini mungkin sudah banyak yang tahu terkait keterlibatan pihak lain yang menanggapi surat wasiat Ace. Seorang grafolog memaparkannya di Twitter yang menyebutkan ada orang lain yang menambahkan kata-kata lain di kertas tulisan Ace. Bahkan tanda tangannya bukan tanda tangan Ace.

4. Adanya rangkaian tweet dari seorang dosen UI yang membuat keluarga marah

Rabu, 30 September 2015. Seorang dosen UI membuat berang keluarga setelah ia menuliskan rangkaian cuitan tentang Ace dan kasus tersebut. Selain menjelekkan media, ia juga menjelekkan sang grafolog yang disebut cari panggung.

Atas cuitan tersebut, pihak keluarga mengirim surat ke pihak UI untuk memberikannya teguran. Namun pihak UI menolaknya.

5. Kapolresta Depok dimutasi setelah menyebutkan sudah mengantongi nama pelaku

14 Oktober 2016. Kapolresta Depok saat itu sempat mengatakan ke media telah mengantongi nama pelaku. Namun saat itu alat bukti belum cukup.

Sayangnya, satu setengah bulan kemudian, sang kapolres dimutasi. Tak ada kejelasan tentang sosok pelaku yang dimaksud ataupun mengapa ia dimutasi.

6. Kesalahan saat olah TKP di danau UI: korban tanpa pakaian saat diserahkan ke RS Polri

Selasa, 23 Agustus 2016. Polda Metro Jaya sempat menyebutkan ada kesalahan prosedur saat olah TKP pertama di tahun 2015. Salah satunya terkait pakaian korban. Jenazah saat diserahkan ke RS Polri tanpa baju, padahal saat ditemukan masih pakai baju.

7. Polisi memeriksa kembali TKP pada 2020, namun penyelidikannya tak diinformasikan ke keluarga

Senin, 3 Februari 2020. Polisi melanjutkan penyelidikan kembali ke danau Kenangan di UI. Bahkan mereka memeriksa seorang saksi tambahan. Sayangnya hasil penyelidikan tidak diinformasikan ke keluarga dan tak ada kejelasan sampai saat ini. 

Keluarga pun membuat petisi meminta polisi melanjutkan penyelidikan kasus ini di tahun 2021 dan kini meminta bantuan masyarakat atas informasi terkait kasus tersebut di tahun 2022.

Related

News 4113453163216406650

Recent

Hot in week

item