Fakta Mengerikan di Zaman Kita: Setiap Orang di Dunia Punya Utang


Naviri Magazine - Sepertinya hal umum kalau kita mendengar bahwa rata-rata orang punya utang. Misal utang pada tetangga, utang pada saudara, utang pada teman, atau bahkan utang pada bank. Karena kebutuhan mendesak, kita pun kadang sampai berutang, dan berharap bisa segera melunasi. Namun, bahkan meski kita tidak berutang pada siapa pun, tetap saja kita punya utang!

Inilah realitas mengerikan yang terjadi di dunia saat ini, bahwa setiap orang pasti punya utang, bahkan meski ia tidak berutang pada siapa pun. Hal ini terjadi karena negara-negara di dunia punya utang. Ketika pemerintah suatu negara berutang, maka secara otomatis utang itu akan menjadi beban semua orang (penduduk di negara bersangkutan). 

Hal serupa terjadi di Indonesia. Meski kita mungkin tidak merasa berutang sama sekali pada siapa pun, tapi nyatanya kita punya utang gara-gara negara kita punya utang.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengingatkan bahwa realisasi penerimaan negara lebih kecil dibandingkan kebutuhan duit belanja pemerintah dalam postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ia mencatat, penerimaan negara yang dipatok Rp1.750 triliun lebih kecil ketimbang pagu belanja pemerintah, Rp2.020 triliun. Kondisi tersebut menyebabkan negara harus berutang Rp270 triliun untuk menutupi defisit tersebut, yang secara tidak langsung dibebankan kepada setiap warga negara Indonesia dari sejak lahir.

Sri Mulyani berhitung, dengan jumlah rasio utang Indonesia sebesar 27 persen dari Gross Domestic Product (GDP) sekitar Rp13 ribu triliun, maka setiap masyarakat di Indonesia memiliki utang sebesar US$997 per kepala, atau sekitar Rp13 juta.

"Rasio utang kita memang cukup tinggi. Kalau dihitung, dari hampir 260 juta penduduk, kira-kira utang kita US$997 per kepala," kata Sri Mulyani saat memberi kuliah umum di Kampus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Tangerang Selatan.

Meski terbilang tinggi, Sri Mulyani memastikan angka tersebut masih lebih rendah dibanding dengan tanggungan utang yang menjadi beban warga Amerika Serikat atau Jepang.

"Di Amerika Serikat, setiap kepala menanggung utang US$62 ribu. Sedangkan di Jepang sebesar US$85 ribu per kepala," terang Sri Mulyani.

Tidak Membebani

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu berpendapat, tanggungan utang Rp13 juta yang harus dipikul setiap warga negara Indonesia tidak terlalu memberatkan. Sebab menurutnya populasi Indonesia merupakan golongan produktif dengan usia kurang dari 30 tahun. 

Saat ini, kata Sri Mulyani, pemerintah terus berusaha untuk bisa menekan utang yang terlalu besar melalui peningkatan penerimaan pajak.

"Di Jepang itu US$85 ribu per kepala, dan jangan lupa kalau Jepang itu adalah populasinya yang aging, orangnya yang sepuh, sudah tua. Mereka masih punya utang US$85 ribu per orang, tetapi hidupnya tinggal beberapa tahun ke depan," katanya.

Related

Indonesia 1062656796770269671

Recent

item