Kisah di Balik The Black Album, Karya Legendaris Band Metallica


Bagi penggemar rock sejati, tentu tak ada satupun yang berani menyangkal kedigdayaan magnum opus berjudul The Black Album dari Metallica. Hingga saat ini, album penuh ke-5 milik elit heavy metal itu tetap dianggap sebagai salah satu album berpengaruh di lanskap rock. 

Maka tak heran, album tersebut mampu mengubah kurikulum baru permetalan dunia. The Black Album juga dinilai memiliki andil besar dalam ekspansi kancah metal di segala penjuru dunia. Bahkan hingga kini, penjualan rilisan fisiknya pun mampu menembus angka 16 juta kopi di pasaran Amerika sejak pertama kali rilis.

Sekadar menapaktilasi kejayaan yang pernah direngkuh, sang produser kenamaan, Bob Rock turut mengenang kembali hegemoni ketika The Black Album meraih kesuksesan masif secara komersial di industri musik. Bob Rock bukanlah sembarang nama. Ia merupakan sosok penting di balik terciptanya mahakarya milik band yang dimotori oleh James Hetfield tersebut.

Dilansir melalui wawancara di Decibel, Bob Rock selaku eks produser Metallica memberikan sekelumit komentar terkait proses terciptanya The Black Album di tahun 1991 lalu.

“Aku pernah mendengar rekaman ‘Justice’, tapi sound mereka terdengar berat, besar, mengerikan dan tebal. Di dalam rekaman, tak ada yang terdengar seberat itu, pikirku. Beberapa bulan kemudian, aku pun mendengar jika mereka menginginkanku untuk melakukan mixing album terbaru mereka. Lalu aku berkata, ‘Aku tak ingin me-mixing album mereka, tapi aku akan memproduserinya,” ucapnya.

“Produser Metallica sebelumnya, Flemming (Rasmussen) memiliki cara lain untuk memproduseri mereka. Cukup banyak yang mereka ketahui. Dia telah melakukan pekerjaannya dengan baik dan itu terbukti berhasil. Tapi mereka mengatakan kepadaku, ‘Jika kau memproduseri album ini, kau harus melakukan apa yang harus kau lakukan’,” tambahnya.

“Lalu, aku pun mengatakan kepada mereka, ‘Aku ingin kau memainkannya di ruangan yang sama pada waktu bersamaan.’ Mereka tak pernah melakukan itu sebelumnya. Pada dasarnya, tak ada cara yang pasti untuk menjadi Metallica. Aku berbekal apa yang aku ketahui dan melakukan apa yang mereka katakan kepadaku. Hal tersebut cukup membuat sebuah perubahan.”

“Jelas itu adalah salah satu karya terbaikku. Kami semua yang membuat album itu. Tidak ada kompromi. Secara budaya, dalam bisnis musik, saat itulah Metallica menyerbu radio. Itu adalah album terbesar secara kultural yang pernah saya buat. Itu mengubah apa yang ada di radio saat itu. Saya sangat bangga akan hal itu,” pungkas Rock.

The Black Album (diberi judul seperti itu karena sampulnya berwarna hitam, aslinya bertajuk self-titled) rilis serentak pada 12 Agustus 1991. Tak tanggung-tanggung, media musik ternama seperti Rolling Stone menyematkan karya kelima milik Metallica itu sebagai salah satu 500 album terbaik sepanjang masa, dengan menempati urutan ke-252. 

Di album ini juga memuat seabrek hits andalan. Sebut saja “Enter Sandman”, “The Unforgiven”, “Nothing Else Matters” hingga “Sad but True”.

Related

Music 7428326358805101670

Recent

Hot in week

item