Kisah Konspirasi Pembunuhan Kim Jong-nam, Kakak Kim Jong-un


Naviri Magazine - Pada tanggal 12 Februari 2017, sekelompok orang berkumpul di sebuah rumah makan di ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur. Mereka datang untuk merayakan ulang tahun ke-25 perempuan Indonesia, Siti Aisyah. Video yang direkam dengan telepon genggam milik salah seorang temannya memperlihatkan Siti sedang tertawa, meniup lilin dan bernyanyi.

Dalam kesempatan ini, Siti Aisyah menyampaikan kabar gembira kepada teman-temannya bahwa ia mendapatkan pekerjaan pada sebuah acara realita TV. Akhirnya, dia dapat keluar dari tempat permandian Kuala Lumpur. Teman-temannya bersulang, "Kamu akan menjadi bintang!"

Pagi berikutnya di bandara Kuala Lumpur, Siti Aisyah melihat sasarannya, seorang pria botak, memakai kaos biru dan jaket sport. Saat mendekati bagian check-in, Siti mendekat dan menyiram mukanya.

"Apa yang kau lakukan?" kata pria itu dengan bahasa Inggris yang terpatah-patah.

"Maaf," kata Siti yang segera melarikan diri.

Berdasarkan penuturannya - yang membuatnya didakwa melakukan pembunuhan oleh pemerintah Malaysia - ini semua hanyalah olok-olok atau lucu-lucuan untuk acara TV.

Di sebuah kafe, hanya berjarak beberapa meter, duduk sekelompok agen Korea Utara. Mereka sepertinya puas karena misi mereka telah rampung. Rekaman CCTV memperlihatkan mereka berjalan ke gerbang keberangkatan, dan menaiki penerbangan ke Dubai.

Pria botak tadi mulai merasa tidak enak. Wajahnya gatal dan sulit bernapas. Dalam beberapa menit kemudian, dia pingsan di kursi. Staf bandara memanggil ambulans.

Sementara kendaraan itu dikemudikan dengan cepat menembus Kuala Lumpur, paru-parunya dipenuhi larutan, dan dia meninggal dunia.

Paspor pria itu menyebutkannya sebagai diplomat Korea Utara, bernama Kim Chul. Pria yang meninggal itu sebenarnya adalah Kim Jong-nam, kakak tiri Kim Jong-un.

Kim Jong-nam meninggal karena VX, racun syaraf yang sangat kuat. Sebutir pasir saja dari racun ini sudah cukup untuk membunuh seseorang.

Yang dialaminya adalah pembunuhan yang kurang ajar - meskipun Korea Utara menyangkal terlibat - semua bukti sepertinya mengarah kepada adik tirinya di Pyongyang. Tetapi apa motifnya?

Ayah mereka, Kim Jong-il, memiliki kehidupan percintaan yang rumit. Dia memiliki dua istri resmi, dan paling tidak tiga simpanan. Kim Jong-il menjadi ayah lima anak. Kim Jong-nam adalah anak dari selir pertama, Song Hye-rim.

Kim Jong-un adalah anak laki-laki termuda dari selir kedua, Ko Yong-hui, mantan aktris kelahiran Jepang. Kim Jong-il merahasiakan semua selir dan anak-anak mereka. Mereka hidup di villa rahasia, terpisah dari masing-masing. Meskipun memiliki ayah yang sama, Kim Jong-nam dan Kim Jong-un tidak pernah bertemu.

Sebagai anak laki-laki tertua, Kim Jong-nam sejak lama dipandang sebagai orang yang berpeluang besar menjadi pengganti Kim Jong-il. Tetapi, pada tahun 2001, dia ditangkap karena berusaha memasuki Jepang dengan menggunakan paspor palsu. Dia berencana mengunjungi Disneyland Tokyo.

'Putra mahkota' Korea Utara itu terekam dalam video, digiring ke pesawat dan dideportasi. Bagi ayahnya, ini adalah penghinaan yang tidak bisa dimaafkan. Kim Jong-nam dicabut dari daftar penerus, dan diasingkan ke Cina. Tapi, benarkah seperti ini alur ceritanya?

Pertanyaan ini layak diajukan, karena episode ini bukan menggambarkan keseluruhan cerita.

Wartawan Jepang, Yoji Gomi, adalah satu dari segelintir orang yang mengenal dekat Kim Jong-nam. Ia beberapa kali bertemu dengan Kim Jong-nam di Beijing dan Makao. Dari penuturan Gomi, kita tahu kehidupan Kim Jong-nam, meski tidak secara utuh.

"Kim Jong-nam dikeluarkan dari daftar suksesi, sebelum peristiwa Disneyland Tokyo," kata Gomi.

Gomi mengatakan, keretakan hubungan dimulai setelah Kim Jong-nam kembali dari sekolah asrama di Swiss, pada akhir tahun 1980-an. Pengalaman hidup di Eropa selama sembilan tahun sangat mempengaruhinya.

Di tahun 1990-an, Korea Utara mengalami kelaparan parah yang dinamakan "mars kesulitan". Keruntuhan dukungan ekonomi setelah berakhirnya Uni Soviet, dan sejumlah banjir parah, membuat negara itu tak memiliki persediaan pangan yang mencukupi. Dalam empat tahun, sekitar satu sampai empat juta orang meninggal karena penyakit dan kekurangan gizi.

Menurut Gomi, Kim Jong-nam menginginkan ayahnya mengubah sistem ekonomi Korea Utara. Dia menghendaki reformasi ala Cina, yang memungkinkan terjadinya sejumlah reformasi pasar dan properti pribadi.

"Kim Jong-il sangat marah kepadanya," kata Gomi. "Dia mengatakan Kim Jong-nam harus mengubah pemikirannya atau dia harus pergi keluar Pyongyang."

Wartawan Bradley K Martin setuju dengan pandangan Gomi. Dia menulis biografi penting tentang dinasti Kim, melalui karya besar berjudul Under the Loving Care of the Fatherly Leader.

"Kim Jong-nam ditolak bukan karena dia pergi ke Disneyland," katanya. Kasus itu mungkin hanya dalih. "Saya pikir ayahnya tidak malu (akibat kasus Disneyland Tokyo). Saya pikir Kim Jong-nam membicarakan berbagai hal terkait kebijakan dan perlunya perubahan, dan ayahnya tidak suka."

Kim Jong-nam diasingkan ke Beijing.

Pewaris berikutnya, seharusnya adalah anak laki-laki tengah Kim Jong-il, Kim Jong-chol. Tetapi sepertinya dia tidak pernah dipertimbangkan secara serius. Dia malah memilih anak laki-laki terkecilnya, Kim Jong-un.

"Dia dipilih ayahnya, karena dia adalah yang paling kejam dan jahat di antara anak laki-lakinya," kata Martin.

Dengan kata lain, Kim Jong-un memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk meneruskan kelangsungan hidup dinasti dan mempertahankan bisnis keluarga. Dan dia memang memperlihatkan kekejamannya. Begitu Kim Jong-il meninggal dan Kim Jong-un mengambil alih, saudara tirinya mulai gelisah, kata Gomi.

"Setelah Kim Jong-il meninggal, Kim Jong-nam tiba-tiba merasa tidak aman. Terakhir kali kami berhubungan adalah pada bulan Januari 2012. Saat itu Kim Jong-nam mengatakan kepada saya, 'Saudara laki-lakiku dan dinasti Kim akan melakukan suatu hal yang membahayakan diriku."

Martin percaya Kim Jong-un berada di balik pembunuhan kakaknya.

"Ini sama dengan pembunuhan (pamannya) Chang Song-thaek," katanya. "Chang dituduh merencanakan kudeta. Kita (media Barat) tidak memperhatikannya. Kemudian Kim Jong-un menyasar saudara laki-lakinya. Kami memiliki sejumlah laporan yang menyebutkan Chang pergi ke Cina dan mengatakan, 'Mari habisi Kim Jong-un dan menggantinya dengan Kim Jong-nam'. Kim memandang, 'Paman dan kakak laki-laki saya berencana menentang saya dan bersekongkol dengan Cina.' Ini alasan yang kuat."

Itu hanyalah sebuah teori, tetapi kesimpulan selanjutnya sulit dibantah.

"Sekarang tidak ada lagi ancaman terhadap kekuasaan Kim Jong-un. Penentang dari dalam sudah hilang."

Related

International 3070980392243273164

Recent

item