Mengapa Ada Orang-orang yang Tampak Selalu Beruntung? (Bagian 1)


Kebanyakan orang percaya bahwa keberuntungan berada di luar kendali manusia. Manusia tidak bisa memperkirakan, dalam keadaan dan waktu apa, ia tiba-tiba bisa beruntung. Seakan-akan keberuntungan itu sesuatu yang alamiah, atau berasal dari Tuhan, yang diberikan khusus kepada orang-orang tertentu. 

Beberapa orang sepertinya lebih beruntung dari orang lain. Karier yang sempurna, pasangan yang sempurna, bahkan hidup yang sempurna. Namun jika melihat kehidupannya, sepertinya apa yang kita lakukan lebih keras dengan jalan yang begitu terjal dan berliku. 

Sementara mereka, entah dari mana, tiba-tiba bisa menemukan pekerjaan, atau penemuan-penemuan baru, yang kadang membuat kita berpikir, “saya sebenarnya bisa menemukan dan mengerjakan sesuatu yang lebih baik dan penting, hanya saja dia lebih beruntung.”

Hal yang kadang membuat kita berkecil hati adalah media sosial. Di Facebook, Instagram, Whattsapp, semua orang terlihat beruntung, kecuali kita. Bahkan orang-orang yang kita anggap lebih di bawah dari kita dalam hal pengalaman, kecerdasan, jaringan pertemanan, bisa mendapatkan keberuntungan yang tidak kita duga. 

Tapi baiklah. Mari kita buka kembali lembaran-lembaran buku fisika di sekolah dahulu. Ketakjuban kita pada keberuntungan seseorang sama seperti ketakjuban Isaac Newton ketika berjalan di taman dan menemukan apel yang jatuh dari dahannya. Versi lain yang lebih dramatis, ketika Newton rebah beristirahat di bawah pohon apel, sebuah apel jatuh dan menimpa kepalanya.

Kisah ini entah fiksi yang diceritakan Voltaire ataukah benar-benar terjadi pada Newton. Namun Newton lantas berpikir, seakan-akan ada tangan tak terlihat yang menarik buah apel tersebut sampai jatuh ke tanah, dan tidak jatuh ke atas langit. Persis kita menganggap keberuntungan seseorang karena adanya tangan Tuhan, atau tangan keberuntungan, yang menarik orang tersebut untuk lebih beruntung dari kita.

Newton, menurut kebanyakan orang, adalah jenius. Dia bisa memikirkan hal sederhana menjadi teori yang dipakai di seluruh dunia. Dia lalu menemukan hukum gravitasi yang dipakai manusia sepanjang sejarah. Dia memang jenius. Sampai-sampai sahabat karibnya, Alexander Pope, menuliskan di atas nisan Newton sebuah kalimat: Tuhan menciptakan Newton, dan terkuaklah hukum-hukum alam.

Namun jarak antara peristiwa apel jatuh dan pengukuhan Newton tentang hukum gravitasi memiliki rentang waktu sekitar 20 tahun. Sepanjang waktu itu, Newton memikirkan, merumuskan, mengevaluasi, memikirkan alternatif lain, merumuskan kembali, lantas mengevaluasi untuk kesekian kalinya. Sebelum akhirnya menerbitkan hukum gravitasi dalam buku Principia pada tahun 1687.

Apa yang dipikirkan Newton selama itu adalah sebuah tuas yang memungkinkan apel jatuh ke tanah. Sama seperti kita melihat keberuntungan orang lain yang seakan-akan di luar kendali dan terjadi begitu saja. Hal itu karena kita tak pernah memikirkan tuas-tuas yang ditancapkan oleh orang lain, yang kita lihat hanyalah ketika dia berada di puncak keberuntungannya.

Manusia hanya mampu melihat titik-titik tertentu dalam kehidupan orang lain, atau momen-momen tertentu di mana mereka sebenarnya telah menemukan buah hasil dari jerih payahnya dalam waktu yang tidak terhitung. Lantas kita melihat diri sendiri dalam kondisi sehari-hari yang tidak beruntung.  

Rasionalisasi Keberuntungan

Dr. Tina Seelig, seorang profesor di Department of Management Science and Engineering (MS&E) di Stanford University, yang telah menulis sekitar 17 buku, berbicara tentang fisika keberuntungan.

Tina Seelig mengatakan, jangan cepat tertipu oleh versi sederhana dari cerita seseorang. Ada banyak hal yang perlu dilakukan seseorang sebelum, selama, dan setelah ia mendapatkan momen-momen terbaik dalam hidupnya. 

Dengan hanya fokus pada satu momen saja, kita tentu akan melihat momen itu sebagai sesuatu yang tiba-tiba, yang pada gilirannya membuat kita berpikir bahwa keberuntungan memang berasal dari sesuatu di luar diri. 

Baca lanjutannya: Mengapa Ada Orang-orang yang Tampak Selalu Beruntung? (Bagian 2)

Related

Inspiration 5871078071499847635

Recent

item