Bikin Geger! Emak-emak Ditilang Jam 4 Subuh, Oknum Polisi Minta Uang Rp 2,2 Juta

Bikin Geger! Emak-emak Ditilang Jam 4 Subuh, Oknum Polisi Minta Uang Rp 2,2 Juta

Seorang pengendara motor perempuan ditilang oleh polisi jam 4 subuh karena motornya tak memakai kaca spion.

Tak disangka, oknum polisi itu meminta uang tilang sebesar Rp 2,2 juta pada pemotor yang tak menaati aturan tersebut. Jumlah uang tilang yang diminta oknum polisi itu disebut telah melewati batas wajar. 

Yang menjadi sorotan, penilangan yang dilakukan oknum polisi itu berlangsung saat pukul 04.00 subuh. 

Akibat ulah oknum polisi itu, pemotor yang menjadi korban tilang pun curhat di media sosial. 

Curhatan tersebut diketahui pimpinan Polresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro. 

Dikatakan oleh Kasubsie Penmas Polresta Bogor Kota, Iptu Rachmat Gumilar, kini oknum polisi tersebut sudah diamankan dan akan dilakukan pemeriksaan. Oknum polisi telah ditahan di Mako Polresta Bogor Kota. 

"Saat ini berdasarkan bukti awal telah dilakukan penindakan berupa penahanan terhadap oknum yang bersangkutan itu," kata Iptu Rachmat Gumilar. 

Rangkaian pemeriksaan tersebut akan terus dilakukan sebagai rangkaian kode etik. Sehingga, sambung Iptu Rachmat Gumilar, bisa diputuskan hukuman apa yang akan diberikan kepada oknum tersebut. 

"Pemeriksaan terus dilakukan sebagai rangkaian kode etik. Pemeriksaan kode etik ini yang keputusannya nanti dapat diputuskan. Ancaman bisa dipecat," kata dia. 

Korban Diminta Bayar Denda Tilang Rp 2,2 Juta 

Oknum polisi di Bogor memaksa korban membayar denda tilang hingga jutaan rupiah. 

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Rahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang disahkan DPR pada 22 Juni 2009, denda maksimal jika pengendara tak memenuhi persyaratan teknis kendaraan, salah satunya spion, sebesar dapat didenda Rp 250 ribu. 

Hal itu tertuang dalam Pasal 285 ayat 1 yang berbunyi: 

"Setiap pengendara sepeda motor yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan seperti spion, lampu utama, lampu rem, klakson, pengukur kecepatan, dan knalpot, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250.000". 

Namun, berbeda dengan yang dilakukan oknum polisi di Bogor ini. Ia meminta denda melebihi aturan Undang-undang. Angkanya tak main-main, sang oknum meminta denda hingga Rp 2,2 juta, lantaran pengendara motor tersebut tak memakai spion di sepeda motornya. 

Insiden ini menimpa seorang pengendara motor saat melintas di daerah Vila Pajajaran, Warung Jambu, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor pada Sabtu (23/4/2022). 

Aksi penilangan yang dilakukan oknum polisi Polresta Bogor Kota ini dilakukan pada saat matahari belum terbit yakni sekira pukul 04,00 WIB. 

Kasubsie Penmas Polresta Bogor Kota, Iptu Rachmat Gumilar mengatakan, saat ini oknum yang bersangkutan sudah dilakukan pemeriksaan. 

"Setelah mendapatkan informasi terkait oknum polri, Propam langsung merespon dengan cepat dan serius dengan melakukan penyelidikan, pemeriksaan dan penelusuran terkait korban," kata Rachmat saat dikonfirmasi.  

Curhatan Korban

Korban yang kesal dengan ulah oknum anggota polisi ini pun curhat di media sosial Twitter. Sontak saja, curhatan korban ini menjadi viral. Bahkan, postingan itu di-post ulang oleh akun bernama @Bogorfess_. 

Dalam postingannya itu, yang terkena tilang oleh polisi menuliskan bahwa dirinya dimintai uang 2,2 juta rupiah oleh polisi. Padahal, perempuan itu mengakui kesalahannya, sebab kendarannya tidak ada spion, namun surat-surat lengkap dan meminta pihak kepolisian untuk menilangnya. 

Tidak cukup sampai di situ, dalam postingan itu terlihat, polisi tetap meminta uang tersebut. 

Alhasil terpaksa dibayar oleh yang bersangkutan, dengan nominal 1 juta 20 ribu rupiah, dengan ancaman jika tidak disanggupi maka dipastikan polisi itu akan membawa yang bersangkutan, ditahan selama 14 hari. 

Yang bersangkutan pun membayar uang yang diminta polisi itu dengan cara transfer ke rekening atas nama SAF. 

Related

News 85257822766450317

Recent

item