Kisah Kelam Pelecehan Seksual di Mesir Setiap Hari Raya Idul Fitri (Bagian 1)


Hari Raya Idul Fitri yang dirayakan di seluruh dunia seharusnya disambut dengan sukacita dan bahagia. Namun di Mesir, ada satu masa kelam di mana perayaan Idul Fitri dijadikan sebagai hari untuk melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan. 

Entah sejak tahun berapa kejadian ini mulai terjadi setiap Idul Fitri, namun melansir BBC, kasus pelecehan seksual yang dilakukan pada Idul Fitri mulai banyak tercatat pada 2006 lalu. 

Kasus ini pertama kali dilaporkan secara online oleh seorang blogger yang melihat gerombolan laki-laki tengah melakukan pelecehan kepada perempuan berhijab, bahkan memaksa untuk melepaskan pakaiannya di tengah jalan di kota Kairo. 

"Kami melihat perempuan dikejar-kejar oleh laki-laki, bajunya sobek. Ia masuk ke dalam restoran. Tak lama kami melihat ada seorang perempuan dikerubungi oleh sekelompok laki-laki yang ingin memukulnya, dia masuk ke dalam gedung. Perempuan lainnya masuk ke dalam taksi setelah dikejar-kejar, tapi taksi tidak bisa jalan karena dikerubungi oleh mereka. Aku tidak mau mengingat kejadian ini lagi," ujar salah satu saksi yang sempat diwawancarai BBC pada 2006 lalu. 

Suasana ricuh ini sangat menghancurkan hati dan mental para perempuan yang menjadi korban. Mereka disentuh tanpa izin, bahkan pakaian mereka hampir dilucuti. Walau mereka berusaha meminta tolong kepada pihak berwajib, namun polisi yang ada di sana hanya berdiri dan menyaksikan kejadian tersebut tanpa membantu. 

Kurangnya pengawasan dan bantuan polisi setempat menjadikan pelecehan seksual di Mesir sebagai kasus yang tak terlihat dan dianggap angin lalu. Hingga pada tahun-tahun berikutnya, kejadian ini akhirnya terulang kembali dan memakan lebih banyak korban yang mayoritas adalah perempuan. 

Pemerintah Mesir akhirnya mengambil tindakan dengan memasang CCTV di beberapa titik di pusat-pusat kota Kairo, terutama daerah yang menjadi tempat pelecehan seksual setiap tahunnya. Namun, upaya ini tidak membantu untuk mencegah serangan pelecehan seksual yang terjadi di luar kota Kairo. Insiden ini menyebar dan bahkan meningkat di daerah dan kota-kota lain. 

Sayangnya, banyak yang masih menyalahkan korban atas terjadinya pelecehan seksual ini. Mereka disalahkan oleh masyarakat yang berasumsi bahwa perempuan diserang karena berpakaian terlalu terbuka dan berperilaku mencurigakan hingga membuat laki-laki yang melihatnya bergairah. 

Tak sedikit pula yang menyalahkan korban pelecehan karena tidak berpakaian sesuai aturan Islami yang tertutup. Padahal, para korban adalah mayoritas perempuan berhijab. 

Setiap tahun, jumlah pelecehan seksual saat Idul Fitri semakin meningkat. Meski tak ada data yang menyebutkan angka pastinya, namun pada 2013 lalu, setidaknya ada lebih dari 25 laporan pelecehan seksual dalam satu hari. 

Mereka disebut-sebut ditelanjangi, dipukul, bahkan hingga diperkosa. Banyak yang percaya bahwa korban pelecehan seksual lebih dari 25 orang, namun mereka tak berani melapor karena malu atau tak tahu bagaimana caranya. 

Tidak jelas apa alasan tindakan pelecehan ini terjadi pada hari raya Idul Fitri, namun Operation Anti Sexual Harassment, sebuah organisasi yang didirikan untuk melindungi perempuan dari pelecehan seksual di Mesir, mendeskripsikan bahwa Idul Fitri adalah 'musim pelecehan seksual'. Hal ini bahkan dianggap sebuah tren yang telah dikaitkan dengan perayaan Idul Fitri dalam beberapa tahun terakhir. 

Munculnya kampanye kesadaran perlindungan diri oleh organisasi perempuan

Sebuah studi sosial bernama 'Clouds in the Sky of Egypt: Sexual Harassment – From Verbal Advances to Rape' yang dilakukan oleh sejumlah sosiolog Mesir mengungkapkan sebuah fakta yang mengejutkan. 

Baca lanjutannya: Kisah Kelam Pelecehan Seksual di Mesir Setiap Hari Raya Idul Fitri (Bagian 2)

Related

International 7641844979575500557

Recent

item