Kisah Kelam Pelecehan Seksual di Mesir Setiap Hari Raya Idul Fitri (Bagian 2)


Naviri Magazine - Uraian ini adalah lanjutan uraian sebelumnya (Kisah Kelam Pelecehan Seksual di Mesir Setiap Hari Raya Idul Fitri - Bagian 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan urutan lebih lengkap, sebaiknya bacalah uraian sebelumnya terlebih dulu.

Dari 2.500 perempuan Mesir dan 109 perempuan asing yang dijadikan sampel penelitian, sebanyak 98 persen perempuan asing dan 83 persen perempuan Mesir mengungkapkan bahwa mereka pernah mengalami pelecehan seksual. Data dari penelitian tersebut juga mencatat bahwa dua per tiga pria mengaku pernah melakukan pelecehan seksual terhadap wanita. 

Mendengar para perempuan korban pelecehan seksual banyak disalahkan, kemudian muncul organisasi dan kelompok-kelompok yang dipimpin oleh para perempuan. Mereka meluncurkan kampanye kesadaran diri agar terhindar dari pelecehan seksual. 

Kampanye ini berusaha untuk mendidik perempuan tentang hak-hak mereka sendiri dan memperingatkan laki-laki dan perempuan tentang tindakan pelecehan seksual yang tidak dibenarkan. 

Kampanye ini disampaikan sebagai salah satu bentuk masalah sosial yang mempengaruhi setiap orang. Mereka membeberkan fakta bahwa pelecehan seksual ada hubungannya dengan pengangguran dan marginalisasi kaum muda, termasuk pula mengaitkan budaya patriarki yang selama ini dilakukan di Mesir. 

Sejak banyaknya organisasi perempuan yang mengangkat isu ini, mulai banyak pula media-media yang berani mengangkat pelecehan seksual sebagai salah satu fenomena sosial di Mesir yang cukup mengkhawatirkan. 

Beberapa di antaranya adalah majalah lokal Mesir, Kalimatina, yang mengkampanyekan 'Respect Yourself' dan the Egyptian Center for Women’s Rights yang merilis kampanye 'Safe Streets for Everyone'. 

Setelah itu, mulai banyak organisasi atau kelompok serupa yang juga merilis kampanye bernada sama dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran perlindungan diri di tempat umum. Kampanye ini juga dihadirkan pada seluruh media, mulai dari majalah, blog, situs berita online, hingga banner di jalan raya. 

Bangkitnya kesadaran perempuan Mesir dalam melawan pelecehan

Hingga 2013, topik pelecehan seksual ini masih menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan. Namun pada 2015, semakin banyak perempuan yang berani melaporkan tindak kekerasan dan pelecehan seksual yang dialaminya pada Idul Fitri. 

The Cairo Post melaporkan, National Council for Woman (NCW) mengatakan ada 141 laporan yang diterima polisi Mesir terkait pelecehan seksual yang dialami perempuan pada Idul Fitri 2015. Sebanyak 136 laporan di antaranya merupakan pelecehan secara verbal dan lima laporan merupakan insiden kekerasan fisik. 

NCW mengatakan, laporan ini merangkak naik sejak kampanye 'I Saw Harassment' yang menerbitkan laporan berisi data pelecehan seksual selama Idul Fitri setiap tahunnya. Tujuannya untuk menyoroti upaya pemerintah dalam mengamankan perempuan dan mencegah insiden tersebut kembali terjadi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pelecehan seksual terhadap perempuan. 

Setiap tahun pula, selama tiga hari perayaan Idul Fitri, pemerintah Mesir mengerahkan polisi wanita untuk berjaga-jaga di area yang ramai pengunjung serta meningkatkan jumlah pasukan keamanan di pusat kota Kairo. 

Hal ini berhasil menekan angka pelecehan seksual di Mesir. Pada 2016, ada 120 laporan pelecehan seksual dan 35 orang laki-laki yang ditangkap karena melakukan kekerasan terhadap perempuan. 

Angka ini terus turun setiap tahunnya, hingga pada 2019 lalu organisasi Operation Anti Sexual Harassment mencatat ada 19 kasus pelecehan seksual, baik verbal dan fisik, yang terjadi pada Idul Fitri 2019 hari pertama di Gharbiya, Daqahlia dan Alexandria. 

Meski setiap tahun kasus pelecehan dan kekerasan seksual semakin menurun, namun bukan berarti Mesir sudah sepenuhnya terbebas dari fenomena sosial yang sangat meresahkan para perempuan ini. 

Namun yang penting, semakin banyak perempuan yang memiliki kesadaran untuk melindungi diri saat berada di ruang publik, dan berani melapor kepada polisi setempat bila ia mendapatkan pelecehan seksual.

Related

International 553464692832114766

Recent

item