Kisah Perkenalan Elon Musk dengan Komputer, hingga Jadi Tokoh Teknologi


Elon Musk telah lekat dengan dunia teknologi sejak kecil. Hal itu hanya dimungkinkan karena dia berasal dari keluarga kaya raya--karena keberuntungan sang kakek buyut. Musk lahir pada 1971 di Pretoria, Afrika Selatan. Ia menjadi "orang asing" dan hampir tak memiliki teman di tengah masyarakat yang miskin dan terbelenggu apartheid. 

Dalam konteks itulah Musk muda jatuh hati pada komputer. "Elon Musk sangat mencintai komputer, bahkan sebelum ada yang tahu apa itu komputer di tengah-tengah masyarakat Afrika Selatan," tulis Ashlee Vance dalam Elon Musk: Tesla, SpaceX, and the Quest for a Fantastic Future (2015). 

"Holy shit!" seru Musk tatkala untuk kali pertama melihat komputer, Commodore VIC-20, di sebuah toko di dalam Sandton City Mall, Johannesburg. Kepada Vance, Musk mengatakan sejak itulah ia terus mendesak sang ayah, Errol Musk, agar membeli komputer tersebut. 

Tentu mudah saja bagi sang ayah--yang berprofesi sebagai pilot dan teknisi--untuk mengabulkan permohonan tersebut. Musk menghabiskan waktu bersama komputer pertamanya dengan mempelajari BASIC--bahasa pemrograman yang lahir ke dunia tujuh tahun sebelum ia lahir. Hal ini juga dilakukan Bill Gates kecil dan Mark Zuckerberg kecil. 

Berbekal pengetahuan BASIC tersebut Musk kecil berhasil menciptakan program komputer pertamanya, gim video tentang invasi alien ke Bumi berjudul "Blastar". Musk mengatakan gagasan soal invasi alien muncul karena ia "kebanyakan membaca komik." 

"Dan di dalam komik, tampaknya setiap orang berusaha menyelamatkan dunia," katanya. 

Musk muda memang takjub tentang segala hal soal luar angkasa, yang memicunya mendirikan SpaceX, perusahaan penjelajah antariksa, di kemudian hari. Selain menciptakan "Blastar", Ia pun pernah membuat roket--dalam skala kecil, tentu saja--dengan bantuan komputer. Ia meracik senyawa kimia ledak sendiri. Senyawa yang, klaim Musk, "luar biasa." 

Ketika menginjak kepala dua, berbekal pengetahuan tentang komputer, Musk hijrah ke Amerika Serikat. Di tanah leluhurnya inilah Musk menemukan peruntungan. Di AS Musk mendirikan startup bernama Zip2, lalu menjadi pemilik saham terbesar PayPal, induk semua e-wallet di dunia digital saat ini. Ia kaya mendadak setelah PayPal dibeli eBay senilai 1,5 miliar dolar AS. 

Dari uang tersebut Musk kemudian mendirikan SpaceX, menyuntikkan uang ke produsen mobil listrik Tesla, dan bersama sepupunya mendirikan SolarCity. Ia juga mencurahkan ide tentang sistem transportasi berkecepatan tinggi bernama Hyperloop dan kemudian mendirikan perusahaan The Boring Company. 

Musk mengatakan lewat perusahaan-perusahaan ini ia ingin "menghadirkan masa depan yang cerah bagi umat manusia." Dan, jika masa depan tidak ada di Bumi, Musk siap menerbangkan umat manusia ke Mars. 

Related

Technology 5059599102398627258

Recent

item