Mengapa Banyak Orang Tidak Betah Kerja di Silicon Valley, Padahal Gajinya Besar?


Semua di dunia ini mempunyai kelasnya masing-masing, diakui atau tidak. Orang yang biasa naik mobil mewah, waktu naik Innova tidak akan terkesan biasa aja, bahkan bisa jadi merasa joknya kurang nyaman. Tapi orang yang terbiasa naik angkot tanpa AC, akan merasa naik innova ber-AC nyaman banget.

Atau seorang yang pintar dalam fisika kuantum merasa biasa aja dengan paper berisi rumus-rumus panjang, sementara orang awam akan merasa pusing tak karuan.

Atau orang cantik akan merasa insecure ketika muncul satu jerawat di muka, sementara bagi orang lain itu hal biasa.

Atau ada orang perasaannya biasa saja saat dapat kopi gratis di executive lounge bandara, sementara orang di luar lounge berpikir, "Enak banget tuh orang nunggu di situ."

Nah, bagi pegawai yang sudah bisa masuk ke Silicon Valley, mereka tidak terlalu sadar akan faktor wow yang dirasakan orang yang cuma bisa bermimpi kerja di sana, atau sudah mati-matian ingin masuk Silicon Valley tapi tetap gagal. Kelas mereka sudah beda, perspektif achievement juga berbeda. 

Mungkin mereka sudah berpikir how to change the world and this sillicon company only give me money and not a name of my own, sementara kebanyakan orang masih mikir gimana beli susu buat anak.

Related

Business 3445493661522900014

Recent

item