Panduan Mengatasi Kecemasan Dalam Hidup Sehari-hari (Bagian 1)


Naviri Magazine - Cemas, khawatir, atau bahkan merasa takut, adalah hal-hal alamiah yang bisa terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Siapa pun pasti pernah merasakan hal-hal tersebut, karena nyatanya kehidupan memang tidak selalu mulus dan mudah, juga tidak selalu sesuai dengan harapan atau keinginan kita. 

Karenanya, merasa cemas atau khawatir adalah sesuatu yang manusiawi, asal perasaan itu muncul secara wajar.

Yang mungkin masih perlu kita pikirkan, bagaimana mengatasi perasaan cemas dan khawatir, yang bisa muncul kapan saja? Bagaimana menghadapi perasaan tak menentu yang sering muncul dalam hidup? Panduan dan tips berikut ini bisa disimak.

1. Yoga atau olahraga

Riset telah membuktikan, olahraga dapat menjadi solusi untuk mengatasi kecemasan dan depresi. Sayangnya, manfaat olahraga seringkali diabaikan. Bahkan, banyak orang menganggap pergi ke gym dan berolahraga bersama banyak orang justru menambah rasa cemas. 

Sebagai alternatif, cobalah untuk mempraktikan yoga. Kita bisa melakukannya secara pribadi di rumah. 

"Olahraga membantu melepaskan endorfin yang penting untuk mengatasi rasa cemas, yang bisa menurunkan tingkat stres," kata Kelsey Torgerson, dokter klinis berlisensi dan spesialis kecemasan.

Secara pribadi, Torgerson juga mempraktikan yoga empat kali seminggu. "Yoga meningkatkan 'jendela toleransi' dan membangun keterampilan manajemen stres," tambahnya. 

2. Kurangi menggunakan sosial media 

Banyak orang menggunakan media sosial untuk melampiaskan perasaan tertekan dan cemas. Rebecca Burton, konselor pernikahan dan keluarga berlisensi, mengatakan cara itu justru semakin membahayakan diri kita. 

"Menggunakan media sosial berarti kita rentan terhadap kejadian yang memicu kecemasan pada hari itu," katanya. Apalagi, media sosial kerap membuat kita membandingkan diri sendiri dengan orang lain, yang akan semakin menimbulkan rasa cemas. 

Sebaiknya, kita mulai mengurangi penggunaan media sosial. Memang susah melakukannya, terutama jika kita telah kecanduan. Namun, daripada kita menghabiskan waktu untuk media sosial, Burton menyarankan agar kita menggunakan waktu untuk beristirahat. 

3. Terima kecemasan sebagai bagian dalam hidup 

Akshay Nanavati, motivator pengembangan diri, mengatakan agar kita menerima kecemasan sebagai hal yang wajar dalam hidup. "Merangkul dan memanfaatkan kecemasan akan membantu kita mengontrolnya, bukan sebaliknya," paparnya. 

Menurutnya, penderitaan adalah bagian dari kehidupan. Dari sinilah, kita dapat belajar bagaimana membangun hubungan positif dengan rasa sakit. Salah satu bagian terburuk dari kecemasan adalah rasa takut akan sakit. Namun konyol untuk memulai penderitaan karena hal-hal yang belum terjadi. 

Terimalah bahwa akan ada perjuangan. Selain itu, kita juga harus mengetahui jika diri kita cukup kuat untuk menghadapinya. Jika kecemasan semakin besar, dan kita merasa tak dapat menanganinya, cobalah untuk menemui dokter untuk mendapatkan tindak lanjut. 

4. Lakukan yang terbaik, dan berhenti menunda 

Sebagian besar kecemasan berasal dari kebiasaan menunda. Oleh karena itu, sebaiknya kita mulai menghilangkan kebiasaan menunda-nunda pekerjaan. Denise Limongello, psikoterapis berlisensi dari Manhattan, menyarankan agar kita segera mengerjakan apa yang harus dikerjakan. 

"Banyak penelitian menunjukkan, orang sering mengatasi kecemasan dengan penundaan," katanya. 

Menunda bukan hal yang bisa membuat kita terhindar dari rasa cemas. Menurut Limongello, tidak ada cara lain selain mengerjakan apa yang harus kita selesaikan. Untuk mengatasi rasa cemas yang terjadi karena hal di luar kendali kita, melakukan hal yang bisa kita lakukan sebaik mungkin akan membantu meringankan rasa cemas. 

Jika kita tak mampu menunjukkan apa yang membuat kita cemas, bisa jadi kita menderita Generalized Anxiety Disorder. Ini merupakan penyakit mental yang membuat kita dikelilingi rasa khawatir tanpa tahu penyebabnya sepanjang waktu. 

5. Kenali gejala kecemasan 

Menurut Torgerson, setiap orang merasakan kecemasan secara berbeda. Oleh karena itu, respons setiap orang terhadap rasa cemas yang dialami juga berbeda. "Mulailah dengan mencari tahu bagaimana reaksi tubuh kita terhadap kecemasan," paparnya. 

Reaksi tubuh menghadapi kecemasan, kata Torgerson, bisa berupa tangan yang dingin, tegang, rasa sakit di perut dan dada, atau napas yang berat. Semua itu adalah hal yang bisa kita gunakan untuk mendeteksi kecemasan. 

"Segera setelah kita melihat tanda pertama kecemasan, segera tarik napas dalam-dalam, lalu lakukan sesuatu yang yang membuat kita merasa tenang," paparnya. 

Ia menambahkan, bersikap proaktif sangat membantu dalam mengelola kecemasan. Namun, gejala fisik hanyalah sebagian kecil dari gejala kecemasan yang terjadi. 

Baca lanjutannya: Panduan Mengatasi Kecemasan Dalam Hidup Sehari-hari (Bagian 2)

Related

Psychology 3890948862445645535

Recent

item