Usai Viral SD Negeri di Jakarta Wajibkan Semua Murid Pakai Baju Muslim, Kepsek Minta Maaf


Sebuah Surat Edaran (SE) dari SDN 02 Cikini Jakarta sempat menimbulkan kontroversi. Pasalnya, SE yang ditujukan kepada seluruh orangtua siswa tersebut meminta para peserta didik untuk mengenakan baju muslim selama bulan Ramadhan.  

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah lantas membagikan SE tersebut di akun Twitter-nya. Dalam SE tersebut dituliskan bahwa seluruh peserta didik di SDN 02 Cikini diminta memakai baju muslim selama bulan Ramadhan.  

"Seluruh siswa menggunakan baju muslim setiap hari selama bulan suci Ramadan," demikian kutipan SE tersebut.  

Ima mengingatkan bahwa tidak semua siswa di SDN 02 Cikini beragama Islam. Oleh sebab itu, ia meminta Dinas Pendidikan untuk menindak hal tersebut.  

"Dapat laporan beredar surat pemberitahuan SD 02 Cikini, Jakpus yang mewajibkan seluruh muridnya memakai baju muslim pada saat bulan Ramadhan. Saya sudah minta Dinas Pendidikan utk bertindak. Karena tidak semua murid di sekolah tersebut beragama islam. Semoga tidak ada kejadian seperti ini lagi," cuit Ima.  

Kekinian, Disdik DKI Jakarta telah buka suara mengenai persoalan itu. Menurut Kasubbag Humas Disdik DKI, Taga Radjagah, pihaknya langsung memanggil kepala sekolah begitu mendapat informasi mengenai SE tersebut. Pihak sekolah sendiri mengakui adanya kesalahan redaksional dalam surat tersebut dan kini telah melakukan perbaikan.    

"Sudah diklarifikasi. Jadi sebenarnya kemarin kepala sekolah sudah dipanggil dan sampai siang ini kepala sekolah mengakui kesalahan dan sudah mengubah surat," jelas Taga kepada awak media.  

Lebih lanjut, Kepala Sekolah SDN 02 Cikini disebut sudah meminta maaf. Sang kepala sekolah mengaku tidak memiliki maksud apa-apa dengan mewajibkan semua siswa untuk mengenakan pakaian muslim selama bulan Ramadhan.  

"Surat itu benar dibuat dan sudah sempat disebar. Banyak masukan, akhirnya diklarifikasi," jelas Taga. "Enggak ada niat apa-apa, jangan terlalu jauh berpikirnya. Itu enggak ada niat apa-apa, iming-iming, enggak ada. Memang ketidaktahuan sekolahnya."  

Sementara itu, Ketua PTM SDN 02 Cikini Jakpus, Ikin Waskin, mengaku ada kesalahan redaksional dalam SE tersebut. "Kesalahan redaksi kami. Sebenarnya bukan semua murid, tapi murid yang Muslim saja yang pakai pakaian muslim," ungkapnya.  

Guru Kelas 6 SDN 02 Cikini juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya, hal tersebut hanyalah kesalahan dalam pengetikan yang manusiawi.  

"Ya itu kesalahan redaksi. Ini sekolah besar, kegiatannya banyak, pada saat membuat catatan untuk diketik ke operator banyak yang dia satukan," paparnya. "Mungkin saat buat itu ketikan atau coretan ada kesalahan, dan kita sebagai guru tidak mengoreksi. Kita sebagai guru juga banyak kegiatannya."  

Lebih lanjut, Erina menegaskan bahwa di sekolahnya tidak ada tindakan diskriminatif. "Insya Allah di sini kita toleran, enggak ada non-muslim yang didiskriminasi dan kita sudah membuat aturan yang baru," tukasnya. 

Related

News 7062348134880473556

Recent

item