Viral Curhat Dokter Terawan Terkait Masalahnya dengan IDI


Dokter Terawan Agus Putranto dipecat dari Ikatan Dokter Indonesia atau IDI, dan jadi perhatian nasional. Terawan curhat kenapa ogah lawan IDI, ada alasannya. 

Pemecatan itu makin menunjukkan jelas konflik lama antara dr Terawan dengan IDI. Sudah lama dr Terawan diserang dokter rekan sejawat IDI soal metode pengobatan yang dinamai 'cuci otak' DSA. 

Tapi mengapa selama ini dr Terawan tak melawan rekan sejawat di IDI yang menyerangnya bertubi-tubi? Ternyata terungkap alasannya. 

Ikhwal dokter Terawan tidak menjawab atau meladeni serangan dari dokter rekan sejawat IDI karena mereka yang menuduhnya tidak klarifikasi langsung kepadanya. Terawan ogah meladeni jadinya.        

Dokter Terawan bercerita kepada teman sekolahnya, percuma menjelaskan kepada dokter rekan sejawat yang menyerang dan mengkritik metode pengobatannya. Sebab mau dijelaskan bagaimana, wong mereka juga tak datang menemuinya. 

"Bagaimana caranya aku harus menjelaskan kepada mereka? Sudah banyak dokter, yang notabene teman sejawat, bicara di media massa dan menulis di medsos menuduh metode pengobatanku salah, tanpa sekalipun bertemu dan bicara terlebih dulu denganku," curhat dokter Terawan ke teman sekolahnya. 

Akun Facebook itu mengaku sebagai teman SD dokter Terawan. Dokter Terawan curhat begitu saat ditanyai teman sekolahnya dalam sebuah reuni kecil di rumah makan Adem Ayem Solo pada awal 2022. 

Dokter Terawan melanjutkan curhatnya, belum pernah ada satu rekan sejawat pun yang menuduhnya itu, menemuinya dan mendiskusikan langsung soal metode pengobatan 'cuci otaknya'. 

"Mereka tidak kenal aku, belum pernah bertemu denganku, tapi sudah seenaknya menghakimiku melalui media massa dan media sosial. Mereka sudah membentuk opini publik dengan berbagai tuduhan yang intinya menyalahkanku," kata dokter Terawan. 

Maka diperlakukan seperti itu, dokter Terawan ogah meladeni serangan dan kritikan dari IDI. 

"Tidak ada gunanya aku datang memenuhi panggilan IDI karena yang bakal terjadi adalah aku akan lebih dihakimi," kata dia. 

Menjiwai dokter militer

Dalam curhatnya pula, dokter Terawan menegaskan cuma patuh pada atasannya sebagai dokter militer, yakni komandannya. Makanya perintah dari IDI bagi dokter Terawan bukan perintah dari komandan. IDI bukan atasannnya. 

"Sebagai dokter militer, aku harus tunduk pada komandanku. Aku tidak bisa begitu saja ke sana ke mari tanpa seijin komandanku. Kalau komandanku tidak mengijinkan, aku tidak bisa melanggar. Tentara harus mutlak setia pada komandannya," kata dokter Terawan. 

Untuk itu, pikiran dokter Terawan, daripada meladeni IDI, lebih baik dia fokus dengan pekerjaannya menyembuhkan pasien yang datang berobat kepadanya. 

Selain itu, dokter Terawan menegaskan baktinya untuk mengembangkan rumah sakit tentara untuk berkontribusi bagi masyarakat. 

"Yang lebih utama, sebagai dokter tentara aku diberi tugas oleh pimpinan berkolaborasi dengan dokter tentara lain untuk menghidupkan seluruh Rumah Sakit Tentara se-Indonesia agar RST tidak hanya melayani tentara dan keluarganya tapi juga mampu melayani masyarakat umum dengan memuaskan," kata Terawan. 

Menurut Mantan Menteri Kesehatan tersebut, tugasnya di rumah sakit tentara sangat berat dan tidak mudah, untuk itu Terawan mengakui harus punya energi dan fisik yang prima untuk mendatangi rumah sakit tentara di seluruh Indonesia.

Related

News 8836130423832592988

Recent

item