Dulu Banyak Orang Sakti di Nusantara, tapi Kenapa Kalah dari Belanda?

Dulu Banyak Orang Sakti di Nusantara, tapi Kenapa Kalah dari Belanda?

Jika zaman dahulu orang Nusantara banyak orang sakti, mengapa masih kalah dengan Belanda atau penjajah?

Karena yang dilawan juga tidak kalah sakti.

Zaman dulu tidak sesederhana penduduk lokal versus penjajah Eropa. Kalau kita tarik mundur ke sekitar abad ke-16, saat awal kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara, mereka niatnya berdagang, tidak langsung mendarat lalu baku hantam. Melalui proses tadi, muncul jalinan kerja sama perdagangan antara orang Eropa dengan penguasa-penguasa lokal.

Cuma memang kodratnya manusia, ada saja konflik. Dulu, karena belum ada NKRI, penguasa-penguasa lokal seringkali bersaing dan bersengketa, dan kebetulan ada bangsa Eropa yang punya persenjataan relatif lebih maju. Jadilah mereka juga bersekutu. 

Makanya banyak dokumen perjanjian kerjasama militer antara kerajaan-kerajaan Nusantara dengan VOC/Belanda di abad ke 16 sampai 18, biasanya isinya VOC/Belanda akan membantu kerajaan A menaklukkan daerah B dengan imbalan pengelolaan tanah dan lahan, atau kontrak dagang eksklusif (monopoli) di area tertentu.

Kalau sudah begitu, sakti saja tidak cukup bagi kerajaan B buat melawan penjajah Eropa, karena di kubu mereka juga ada orang-orang sakti dari kerajaan A.

Related

History 1479981111610453501

Recent

item