Mengapa Makan Ketupat Tak Memberi Kenyang Seperti Makan Nasi?

Mengapa Makan Ketupat Tak Memberi Kenyang Seperti Makan Nasi?

Naviri Magazine - Ketupat dan nasi sama-sama terbuat dari beras. Bedanya, kalau nasi ditanak secara apa adanya, ketupat dibuat atau dimasak dengan pembungkus. Sebagai makanan, ketupat adalah makanan populer, khususnya saat lebaran tiba. Dalam hal itu, orang kadang bertanya-tanya, kenapa rasa kenyang yang didapat dari makan ketupat berbeda dengan rasa kenyang yang didapat dari makan nasi?

Seperti yang disebut tadi, ketupat dan nasi sama-sama terbuat dari beras. Karena bahannya sama, mestinya kita merasakan kenyang yang sama. Tetapi, umumnya, makan nasi mampu memberikan kenyang lama, sementara kenyang yang diperoleh dari makan ketupat sepertinya cuma sebentar. 

Kenyataan itu tampaknya tak bisa dilepaskan dari faktor kebiasaan. Faktor kebiasaan masyarakat yang mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok setiap hari, bisa menjadi faktor utama. Bila kita setiap hari makan roti atau makan sagu, misalnya, tentu sugesti yang didapatkan soal rasa kenyang tersebut bisa berbeda. 

Sugesti yang tertanam dalam bawah sadar kita sejak kecil akan sulit diubah. Untuk berubah mungkin bisa saja, namun perlu waktu adaptasi atau penyesuaian terhadap berbagai situasi dan kondisi. Karena selama ini kita menganggap nasi sebagai makanan pokok atau utama, kita pun menganggap hanya nasi yang bisa memberi kenyang lama.

Proses memasak

Dalam proses pengolahan dari beras menjadi hidangan, hingga tiba ke meja santapan kita, juga punya pengaruh yang menyebabkan terjadinya perbedaan tersebut. Ketupat dimasak dengan wadah yang membuat beras menjadi padat. Dalam proses merebus, terjadi proses pemisahan kadar karbohidrat sumber glukosa cukup banyak. Biasanya, air rebusan ketupat kita buang setelah ketupat masak. 

Ketupat yang sudah siap konsumsi, memiliki kandungan glukosa lebih rendah dibandingkan nasi. Hal tersebut kemungkinan besar karena ketika menanak nasi, tidak ada air yang dibuang. Jadi pembuangan glukosa minim terjadi ketika menanak nasi dengan normal seperti biasa. Perbedaan kandungan glukosa yang lebih rendah pada ketupat juga yang membuat ketupat lebih awet dibandingkan nasi. 

Proses penjamuran atau fermentasi pada ketupat cenderung lebih lambat. Itu juga karena proses memasaknya, yang membuat kadar glukosa dalam ketupat lebih rendah. Dengan kata lain, ketupat lebih awet, dan nasi lebih cepat basi.

Setelah perbedaan proses memasak, penerimaan organ dan sistem metabolisme kita juga berbeda. Ketupat lebih cepat dicerna dan cepat habis diserap tubuh. Sedangkan nasi akan melalui proses penguraian terlebih dahulu, karena tingkat glukosanya yang tinggi. 

Tubuh kita, dalam beraktivitas, membutuhkan kalori atau bahan bakar. Kalori yang didapat ini sebagian besar umumnya merupakan glukosa. Dengan kata lain, dalam setiap aktivitas tubuh, dari jaringan hingga ke sistem mikrosel yang ada, membutuhkan glukosa sebagai bahan bakar utamanya. Kandungan glukosa yang lebih rendah pada ketupat dibandingkan nasi membuat kita lebih cepat merasa lapar ketika makan ketupat dibandingkan makan nasi. 

Kedua hal ini bisa menjadi penyebab mengapa makan ketupat tidak memberi rasa kenyang lama sebagaimana saat kita makan nasi.

Related

Food 810501465805790805

Recent

item