Saking Lapar, Warga Venezuela Menangis Saat Melihat Makanan

Saking Lapar, Warga Venezuela Menangis Saat Melihat Makanan

Naviri Magazine - Sepertinya kita perlu bersyukur hidup di Indonesia, meski mungkin kondisi kita terhitung biasa-biasa saja. Bagaimana pun, saat kita butuh makan, kita bisa pergi ke warung makan untuk mendapat makanan. Atau pergi ke supermarket untuk membeli cemilan. Atau bahkan membeli mi instan untuk dibikin sendiri di rumah.

Kita mampu melakukan hal itu, karena di mana-mana di sekeliling kita ada banyak penjual makanan. Coba bayangkan apa yang terjadi jika di sekitar kita tidak ada makanan. Tidak ada warung makan, tidak ada restoran, tidak ada mal dan supermarket yang menyediakan makanan, dan kita bahkan tidak bisa membuat mi instan di rumah, karena tidak ada yang jual mi instan.

Kira-kira, seperti itulah yang dialami warga Venezuela. Gara-gara krisis ekonomi yang membelit, mereka kesulitan mendapatkan makanan, karena tidak ada toko atau supermarket yang menyediakan. Barang-barang apa pun di sana sulit didapatkan, termasuk makanan.

Karenanya, warga Venezuela kini harus menyeberang ke negara tetangga, Kolombia, hanya untuk mencari dan membeli bahan-bahan pangan dan kebutuhan sehari-hari. 

Wanita hamil, anak-anak, dan bahkan manula, berduyun-duyun menuju Kolombia, setelah perbatasan kembali dibuka sementara. Mereka pun menangis saat melihat rak-rak supermarket penuh dengan bahan pangan dan barang kebutuhan sehari-hari, pemandangan yang kini tak bisa mereka saksikan di negaranya. 

Mereka membeli bahan-bahan pangan pokok dan perlengkapan sanitasi, yang merupakan barang langka di Venezuela saat ini. 

Sudah berpekan-pekan warga Venezuela tidak bisa membeli bahan pokok seperti susu, tepung, dan kertas tisu toilet. Hal ini tentu menyedihkan, namun nyatanya merupakan pemandangan sehari-hari di Venezuela, negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia. 

Pejabat Kolombia mengestimasi, setidaknya 100.000 warga Venezuela melintasi perbatasan hanya untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari. Menurut Dana Moneter Internasional (IMF), Venezuela diprediksi akan tenggelam lebih dalam tahun ini. 

IMF memproyeksikan ekonomi Venezuela akan merosot 10 persen tahun ini, lebih buruk dari prediksi sebelumnya, 8 persen. Adapun inflasi Venezuela diprediksi menembus angka 700 persen pada tahun 2019. Angka yang fantastis tersebut merupakan koreksi dari estimasi sebelumnya yang mencapai sekitar 480 persen. 

"Kondisi ekonomi Venezuela terus memburuk. Estimasi pertumbuhan ekonomi dan inflasinya adalah yang terburuk di dunia," kata Alejandro Werner, kepala ekonom Amerika Latin di IMF. 

Angka-angka ekonomi tersebut hanya pucuk gunung es. Venezuela juga kini terperosok ke jurang krisis kemanusiaan. Warga bertahan hidup di rumah sakit minim fasilitas, dan banyak pula yang hidup tanpa bahan pangan pokok. 

Venezuela tak mampu membayar impor barang, karena pemerintah tidak memiliki dana tunai yang bisa digunakan kapan saja. Ini adalah akibat kesalahan pengelolaan keuangan, belanja yang amat besar untuk program pemerintah yang nyatanya tak berjalan, serta kurangnya investasi di ladang minyak. 

Related

International 8268689850113386604

Recent

item